Posted on

Batu Permata

Batu Permata

 

Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi, dan diminati oleh para kolektor. Batu permata harus dipoles sebelum dijadikan perhiasan.

Di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata. Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka,di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian). Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10. Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Safir, batu-batu akik jenis anggur seperti Biru Langit, bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.

Beberapa macam batu permata

Akik
Akuamarin
Ametis
Biduri laut
Batu biduri Bulan
Batu Cempaka
Berlian
Batu delima
Chalcedony
Giok
Intan
Kuarsa
Mutiara
Mata kucing
Pirus
Safir
Zamrud
Ruby
Opal
Spinel
Bloodstone
Tashmarine
Quattro

Batu permata yang belum ada nama Indonesia

Alexandrite/Chrysoberyl
Chrysocolla
Chrysoprase
Hematite
Jasper
Kunszite
Lapis Lazuli
Malachite
Obsidian
Olivine/peridot
Pyrite=pirit
Tanzanite
Tourmaline
Zircon

Perhiasan

Perhiasan adalah sebuah benda yang digunakan untuk merias atau mempercantik diri. Perhiasan biasanya terbuat dari emas ataupun perak dan terdiri dari berbagai macam bentuk mulai dari cincin, kalung, gelang, liontin dan lain-lain. Biasanya perhiasan diberikan untuk hadiah. Perhiasan mempunyai bentuk beragam mulai dari bulat, hati, kotak,dan lain lain. Perhiasan biasanya berasal dari bahan tambang.

Cara Mengetahui Emas Asli atau Palsu

Mengetahui perbedaan antara emas asli atau emas palsu merupakan hal yang perlu diketahui bagi orang yang ingin melakukan investasi emas. Jangan sampai emas yang mau diinvestasikan adalah emas palsu. Bukannya untung malah rugi. Dengan banyaknya orang yang melakukan investasi emas. Ada saja penjual nakal yang membuat emas palsu agar dijual dengan harga tinggi seperti emas asli.

Cara mengetahui emas asli atau palsu dapat dilakukan cara-cara berikut ini. Berikut adalah ciri-ciri emas palsu :

Bila didekatkan dengan magnet akan menempel.
Bila dijatuhkan akan terdengar bunyi nyaring.
Bila dicium berbau seperti bau besi.
Bila digoreskan pada kaca, kaca akan tergores.
Bila dipakai, akan menimbulkan rasa gatal pada kulit dan kulit menjadi hitam.
Bila dicampur dengan zat asam, seperti asam klorida dan asam sulfat, maka akan tampak larutan logam yang lain.
Bila digosokkan pada keramik, maka akan terdapat garis hitam pada keramik.
Bila digosokkan dengan menggunakan jarum, jarum akan bengkok.

Untuk menguji apakah emas asli atau emas palsu dapat meminta bantuan ahli perhiasan untuk menguji emas dengan menggunakan sinar-X. Cara ini adalah cara yang paing cepat, paing aman dan paling mudah untuk menguji keaslian emas. Cara ini tidak menyebabkan emas mengalami kerusakan, namun memerlukan biaya.

Cara lainnya untuk menguji keaslian emas adalah dengan mengunakan larutan asam klorida atau asam sulfat. Caranya, ambil sedikit bagian emas dengan cara menyanyat dengan mengunakan pisau yang tajam lalu letakkan pada tabung kaca. Jangan lupa untuk memakan sarung tangan karet. Tuang sedikit asam pada emas. Bila ada logam lain, maka logam akan larut dan terpisah dari emas. Cara ini dapat menyebabkan kerusakan pada emas. Asam yang digunakan untuk melakukan pengujan juga merupakan bahan kimia yang berbahaya, karena dapat menyebabkan luka bakar.

Cara berikutnya yang lebih sederhana adalah dengan memakai perhiasan emas dan memeriksa apakah perhiasan emas tersebut dapat menghitamkan kulit atau tidak. Emas yang asli tidak akan menghitamkan kulit.

Menusuk emas dengan jarum juga bisa dilakukan untuk mengetahui emas asli atau palsu. Caranya tusuk jarum ke perhiasan emas. Bila jarum bengkok atau patah, maka perhaisan emas tersebut kemungkinan besar adalah emas palsu. Hal ini karena emas sangat lembut. Cara ini dapat menyebabkan kerusakan pada emas.

Cara lainnya untuk mengetahui emas asli atau palsu adalah dengan menggunakan magnet. Caranya, dekatkan magnet pada emas. Bila emas mendekat, maka emas tersebut bukanlah emas murni, melainkan mengandung campuran logam lain yang bukan emas.

Cara berikutnya adalah dengan menggosokkan emas pada keramik tanpa glasir. Bila terdapat garis hitam, itu merupakan pirit. Bila berwarna kuning emas, maka itu emas asli. Ubin keramik glasir bisa dibeli di toko bangunan.

Perbedaan Emas Kuning dan Emas Putih

Emas merupakan salah satu jenis logam. Logam yang dikenal dengan logam mulia ini merupakan logam dengan simbol Au yang memiliki nomor atom 79. Emas murni memiliki warna kuning mengkilat. Emas murni lebih keras bila dibandingkan dengan timah dan tidak lebih keras bila dibandingkan dengan perak. Emas murni sangat jarang digunakan sebagai perhiasan. Agar lebih keras, emas murni perlu ditambahkan logam-logam lain. Jenis logam yang ditambahkan adalah logam yang tidak mengubah kilau emas secara signifikan. Jenis logam yang ditambahkan tersebut juga tidak menjadikan emas rapuh.

Pada emas dikenal dengan istilah karat. Karat merupakan tingkat kemurnian emas. Tingkat kemurnian emas murni adalah 24 karat. Bila emas memiliki 18 karat, berarti emas tersebut memiliki 18/24 bagian emas atau 75 persen emas dan sisanya logam lain. Bila emas memiliki 14 karat, maka emas tersebut memliki 14/24 emas, atau 58,33 persen emas dan sisanya logam lain.

Logam-logam yang lazim ditambahkan pada emas murni adalah perak, Zinc, nikel, palladium dan tembaga. Emas murni yang ditambahkan logam lain dapat mengalami perubahan kilauan dan warna emas. Bila emas murni dicampur perak maka akan menghasilkan efek visual warna hijau, dicampur nikel akan menghasilkan warna putih dan bila dicampur dengan tembaga maka akan menghasilkan warna merah.

Emas putih yang ada di pasaran yang banyak diminati adalah emas putih dari emas murni yang dicampur dengan nikel. Hal ini karena campuran emas murni dan nikel lebih murah daripada campuran emas murni dan palladium.

Perbedaan antara emas kuning dan emas putih terletak pada logam yang dicampurkan. Emas kuning merupakan emas murni yang dicampur dengan perak sedangkan emas putih merupakan emas murni yang dicampur dengan nikel. Karena sifat yang berbeda, umumnya harga emas putih lebih mahal dibandingkan dengan emas kuning.

Jadi, emas kuning dan emas putih bukan merupakan logam berbeda namun merupakan emas yang berbeda. Keduanya sama-sama emas. Perbedaan emas kuning dan emas putih adalah hanya pada logam yang dicampurkan yang berbeda.

Posted on

Batu Permata Merah Delima (Mirah Delima) atau Ruby

Mirah Delima atau Rubi (Merah Delima)

Mirah delima, merah delima, atau batu rubi adalah batu permata berwarna merah yang dapat bervariasi antara merah muda hingga merah darah dan merupakan salah satu jenis dari mineral korundum (aluminium oksida). Warnanya terutama disebabkan oleh kromium. Namanya berasal dari buah delima yang isinya berwarna merah. Rubi alami sangat jarang, tetapi rubi buatan dapat difabrikasi dengan cukup murah. Rubi dianggap merupakan salah satu dari empat batu berharga bersama dengan safir, zamrud, dan intan.
Harga batu rubi terutama ditentukan oleh warna. Warna merah paling berkilau dan paling bernilai dapat berharga sangat tinggi melampaui rubi lain dengan mutu yang sama. Setelah warna, berikutnya adalah kejernihan: batu yang jernih menandakan harga tinggi.

Warna “merah rubi” (ruby) melambangkan warna batu permata “rubi” (mirah delima) yang telah dipotong dan digosok halus.

Ruby

A ruby is a pink to blood-red colored gemstone, a variety of the mineral corundum (aluminium oxide). The red color is caused mainly by the presence of the element chromium. Its name comes from ruber, Latin for red. Other varieties of gem-quality corundum are called sapphires. The ruby is considered one of the four precious stones, together with the sapphire, the emerald and the diamond.

Prices of rubies are primarily determined by color. The brightest and most valuable “red” called blood-red, commands a large premium over other rubies of similar quality. After color follows clarity: similar to diamonds, a clear stone will command a premium, but a ruby without any needle-like rutile inclusions may indicate that the stone has been treated. Cut and carat (weight) are also an important factor in determining the price.

Generally, gemstone-quality corundum in all shades of red, including pink, are called rubies. However, in the United States, a minimum color saturation must be met to be called a ruby, otherwise the stone will be called a pink sapphire. This distinction between rubies and pink sapphires is relatively new, having arisen sometime in the 20th century. If a distinction is made, the line separating a ruby from a pink sapphire is not clear and highly debated. As a result of the difficulty and subjectiveness of such distinctions, trade organizations such as the International Colored Gemstone Association (ICGA) have adopted the broader definition for ruby which encompasses its lighter shades, including pink.

Diamonds are graded using criteria that have become known as the four Cs, namely color, cut, clarity and carat weight. Similarly natural rubies can be evaluated using the four Cs together with their size and geographic origin.

Color: In the evaluation of colored gemstones, color is the most important factor. Color divides into three components; hue, saturation and tone. Hue refers to “color” as we normally use the term. Transparent gemstones occur in the following primary hues: red, orange, yellow, green, blue, violet. These are known as pure spectral hues. In nature there are rarely pure hues so when speaking of the hue of a gemstone we speak of primary and secondary and sometimes tertiary hues. In ruby the primary hue must be red. All other hues of the gem species corundum are called sapphire. Ruby may exhibit a range of secondary hues. Orange, purple, violet and pink are possible.

The Mogok Valley in Upper Myanmar (Burma) was for centuries the world’s main source for rubies. That region has produced some of the finest rubies ever mined, but in recent years very few good rubies have been found there. The very best color in Myanmar rubies is sometimes described as “pigeon’s blood.” In central Myanmar, the area of Mong Hsu began producing rubies during the 1990s and rapidly became the world’s main ruby mining area. The most recently found ruby deposit in Myanmar is in Namya (Namyazeik) located in the northern state of Kachin.

Rubies have historically been mined in Thailand, the Pailin and Samlout District of Cambodia, Burma, India, Afghanistan and in Pakistan. In Sri Lanka, lighter shades of rubies (often “pink sapphires”) are more commonly found. After the Second World War ruby deposits were found in Tanzania, Madagascar, Vietnam, Nepal, Tajikistan, and Pakistan.

A few rubies have been found in the U.S. states of Montana, North Carolina, South Carolina and Wyoming. While searching for aluminous schists in Wyoming, geologist Dan Hausel noted an association of vermiculite with ruby and sapphire and located six previously undocumented deposits.[8]

More recently, large ruby deposits have been found under the receding ice shelf of Greenland.

Republic of Macedonia is the only country in mainland Europe to have naturally occurring rubies. They can mainly be found around the city of Prilep. Macedonian ruby has a unique raspberry color.

In 2002 rubies were found in the Waseges River area of Kenya. There are reports of a large deposit of rubies found in 2009 in Mozambique, in Nanhumbir in the Cabo Delgado district of Montepuez.[9]

Spinel, another red gemstone, is sometimes found along with rubies in the same gem gravel or marble. Red spinel may be mistaken for ruby by those lacking experience with gems. However, the finest red spinels can have a value approaching that of the average ruby.[10] The color of rubies varies from vermilion to red. The most desired color is “pigeon’s blood”, which is pure red with a hint of blue. If the color is too pink, the stone is a pink sapphire. The same is true if it is too violet – it is a violet sapphire. The best rubies and star rubies are bright red. Most rubies come from Burma and Thailand.

Posted on

Batu Permata Zamrud atau Emerald

Batu Permata Zamrud

Zamrud dalam bahasa inggrisnya dikenal sebagai Emerald

Zamrud (Be3Al2SiO6) adalah batu permata atau batu mulia yang berwarna hijau sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium) dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium. Adanya vanadium dan besi yang menyertai kelumit kromium akan menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Kekerasan zamrud termasuk tinggi (7,5 dalam skala Mohr).

Penghasil zamrud kualitas tinggi adalah Kolombia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia, dan Brasil.

Emerald

In gemology, color is divided into three components: hue, saturation and tone. Emeralds occur in hues ranging from yellow-green to blue-green, with the primary hue necessarily being green. Yellow and blue are the normal secondary hues found in emeralds. Only gems that are medium to dark in tone are considered emerald; light-toned gems are known instead by the species name green beryl. The finest emerald are approximately 75% tone on a scale where 0% tone would be colorless and 100% would be opaque black. In addition, a fine stone should be well saturated; the hue of an emerald should be bright (vivid). Gray is the normal saturation modifier or mask found in emerald; a grayish-green hue is a dull green hue.

Emeralds are green by definition (the name is derived from the Greek word “smaragdus”, meaning green). Emeralds are the green variety of beryl, a mineral which comes in many other colors that are sometimes also used as gems, such as blue aquamarine, yellow heliodor, pink morganite, red red beryl or bixbite, not to be confused with bixbyite, and colorless goshenite.

Emeralds, like all colored gemstones, are graded using four basic parameters–the four Cs of Connoisseurship: Color, Cut, Clarity and Carat weight. Before the 20th century, jewelers used the term water, as in “a gem of the finest water”, to express the combination of two qualities: color and clarity. Normally, in the grading of colored gemstones, color is by far the most important criterion. However, in the grading of emeralds, crystal is considered a close second. Both are necessary conditions. A fine emerald must possess not only a pure verdant green hue as described below, but also a high degree of transparency to be considered a top gem.

In the 1960s, the American jewelry industry changed the definition of “emerald” to include the green vanadium-bearing beryl as emerald. As a result, vanadium emeralds purchased as emeralds in the United States are not recognized as such in the UK and Europe. In America, the distinction between traditional emeralds and the new vanadium kind is often reflected in the use of terms such as “Colombian Emerald”

The word “Emerald” is derived (via Old French: Esmeraude and Middle English: Emeraude), from Vulgar Latin: Esmaralda/Esmaraldus, a variant of Latin Smaragdus, which originated in Greek: σμάραγδος (smaragdos; “green gem”)

Most emeralds are oiled as part of the post-lapidary process, in order to fill in surface reaching cracks, improving their clarity and stability. Cedar oil, having a similar refractive index, is often used in this generally accepted practice. Other liquids, including synthetic oils and polymers with refractive indexes close to that of emerald such as Opticon, are also used. The U.S. Federal Trade Commission requires the disclosure of this treatment when an oil treated emerald is sold. The use of oil is traditional and largely accepted by the gem trade, although oil treated emeralds are worth multitudes less than un-treated emeralds of similar quality. Other treatments, for example the use of green-tinted oil, are not acceptable in the trade. Gems are graded on a four step scale; none, minor, moderate and highly enhanced. Note that these categories reflect levels of enhancement, not clarity. A gem graded none on the enhancement scale may still exhibit visible inclusions. Laboratories tend to apply these criteria differently. Some gem labs consider the mere presence of oil or polymers to constitute enhancement. Others may ignore traces of oil if the presence of the material does not materially improve the look of the gemstone.

Given that the vast majority of all emeralds are treated as described above, and the fact that two stones that appear visually similar may actually be quite far apart in treatment level and therefore in value, a consumer considering a purchase of an expensive emerald is well advised to insist upon a treatment report from a reputable gemological laboratory. All other factors being equal, a high quality emerald with moderate enhancement should cost severely less than an identical stone graded none

Emerald tends to have numerous inclusions and surface breaking fissures. Unlike diamond, where the loupe standard, i.e. 10× magnification, is used to grade clarity, emerald is graded by eye. Thus, if an emerald has no visible inclusions to the eye (assuming normal visual acuity) it is considered flawless. Stones that lack surface breaking fissures are extremely rare and therefore almost all emeralds are treated (“oiled”, see below) to enhance the apparent clarity. The inclusions and fissures within an emerald are sometime described as ‘the garden’, because of their mossy appearance. These imperfections within the stone are unique to each emerald and can be used to identify a particular stone. Eye-clean stones of a vivid primary green hue (as described above) with no more than 15% of any secondary hue or combination (either blue or yellow) of a medium-dark tone command the highest prices. This relative crystal non-uniformity makes emeralds more likely than other gemstones to be cut into cabochons, rather than faceted shapes. Faceted Emeralds are most commonly given the Oval cut, or the signature Emerald cut, a rectangular cut with facets around the top edge.

 

Posted on

Lombok, pulau penghasil mutiara di Indonesia

Paket Tour Lombok Murah

Berlibur di pulau lombok bisa mendapatkan banyak hal dan wisata paket tour lombok murah antara lain:

  • Wisata Area Pantai
  • Kegiatan Berenang
  • Kegiatan Snorkeling
  • Kegiatan Diving (menyelam)
  • Wisata Area gunung
  • Trekking Gunung Rinjani
  • Bersepeda naik turun bukit
  • Melihat areal persawahan, dan lain lain

Artikel paket tour lombok murah kali ini akan membahas wisata pantai senggigi.

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Memasuki area pantai Senggigi, wisatawan seta merta disapa oleh lembutnya angin semilir yang menenangkan. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan selam permukaan (snorkeling) sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis

Data Detail Mengenai Pulau Lombok

Pulau Lombok (jumlah penduduk pada tahun 2001: 2.722.123 jiwa)[1] adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Luas pulau ini mencapai 5.435 km², menempatkannya pada peringkat 108 dari daftar pulau berdasarkan luasnya di dunia. Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram.

Pembagian administratif

Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kotamadya:

  1. Kotamadya Mataram
  2. Kabupaten Lombok Barat
  3. Kabupaten Lombok Tengah
  4. Kabupaten Lombok Timur
  5. Kabupaten Lombok Utara

Geografi

Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.

Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Gunung ini terakhir meletus pada bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997 kawasan gunung dan danau Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi oleh pemerintah. Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas tanah subur yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya ditanam di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.

Demografi

Peta bahasa di pulau Lombok

Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.
Bahasa

Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Agama

Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini. Organisasi keagamaan terbesar di Lombok adalah Nahdlatul Wathan (NW), organisasi ini juga banyak mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan berbagai level dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi.

Di Cakranegara (dulu bernama kerajaan Cakranegara) Kota Mataram sekarang, dulunya ditemukan Naskah Lontar Kuno oleh Ekspedisi belanda (KNIL) kemudian diambil lalu dibawa ke Belanda, naskah lontar ini sebenarnya berada di Kerajaan Selaparang (sekarang sekitar daerah Pringgabaya, Lombok Timur), namun pada saat peperangan antara Bali dan Lombok, kerajaan Selaparang telah kalah karena diserang secara tiba-tiba, dan akhirnya semua harta benda milik kerajaan selaparang dirampas oleh pasukan Bali, sisa-sisa yang tidak terbawa kemudian dibakar. Termasuk mahkota emas Raja selaparang (Pemban Selaparang) dan naskah lontar Negara Kertagama yang sedang dipelajarai oleh para Putra dan Perwira kerajaan Selaparang. halaman ini ditambahkan oleh Lalu Zulkarnain, bekerja pada Sekretariat Daerah Kota Mataram.

Sejarah

Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan Selaparang.

Kerajaan Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun 1744 setelah ditaklukkan oleh gabungan pasukan Kerajaan Karangasem dari Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang. [3]. Pendudukan Bali ini memunculkan pengaruh kultur Bali yang kuat di sisi barat Lombok, seperti pada tarian serta peninggalan bangunan (misalnya Istana Cakranegara di Ampenan). Baru pada tahun 1894 Lombok terbebas dari pengaruh Karangasem akibat campur tangan Batavia (Hindia Belanda) yang masuk karena pemberontakan orang Sasak mengundang mereka datang. Namun demikian, Lombok kemudian berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda secara langsung.

Masuknya Jepang (1942) membuat otomatis Lombok berada di bawah kendali pemerintah pendudukan Jepang wilayah timur. Seusai Perang Dunia II Lombok sempat berada di bawah Negara Indonesia Timur, sebelum kemudian pada tahun 1950 bergabung dengan Republik Indonesia.

Pariwisata

Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krisis moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1997 dan krisis-krisis lain yang menyertainya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali. Namun selang beberapa lama kemudian situasi sudah menjadi kondusif dan mereka sudah kembali. Pada tahun 2007 sektor pariwisata adalah satu-satunya sektor di Lombok yang berkembang.

Destinasi objek pariwisata

Wisata alam

  • Pantai Senggigi
  • Cakranegara
  • Gili Air
  • Gili Meno
    Gili Trawangan
  • Gunung Rinjani
  • Pantai Kuta, Lombok
  • Sembalun
  • Tetebatu
  • Air Terjun Sendang Gile
  • Gili Nangu
  • Gili Sundak
  • Gili Tangkong
  • Hutan Monyet Pusuk
  • Sentanu

Wisata budaya

  • Rambitan
  • Sukarara
Posted on

Oleh Oleh Khas Lombok

Oleh Oleh Khas Lombok

 

Banyak orang yang ingin pergi ke pulau Lombok di Provinsi Nusa
Tenggara Barat dengan obyek wisatanya yang sangat terkenal antara lain Pantai Senggigi, lainnya. Sedangkan tidak banyak yang mengetahui oleh oleh khas lombok sehingga sering kebingungan dan bertanya-tanya saat setelah tiba di Lombok.

Berwisata tanpa membawa oleh-oleh khas daerah rasanya seperti tak lengkap, termasuk tentu saja saat berwisata liburan ke Lombok. Banyak orang yang mengenal obyek wisata di Lombok, sementara tidak demikian halnya dengan oleh oleh lombok yang kurang banyak dikenal orang. Beragam oleh-oleh khas Lombok yang dapat kita temui sebagai ciri khas daerah Lombok mulai dari Dodol Rumput Laut, Mutiara, Kain Tenun Sasak, Madu Sumbawa, Kaos Lombok dan masih banyak juga yang lainnya. Oleh oleh lombok bisa dikatakan wajib setelah berkunjung ke suatu tempat serta juga biasanya untuk menunjukkan ke sanak kerabat bahwa telah berkunjung ke Lombok.

Pulau lombok saat ini mulai banyak dikenal karena keindahan alamnya yang begitu mempesona, dan mulai menyaingi tetangganya, Bali. Diantara beberapa tempat wisata Lombok yang terkenal adalah Pantai Senggigi, Gunung Rinjani, Pulau Gili, dan masih banyak lagi. Karena keindahan alamnya tersebut, banyak para wisatawan yang berkunjung baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Jika Anda salah satu orang yang akan melakukan perjalanan wisata ke Lombok, jangan sampai Anda pulang dengan tangan kosong tanpa membeli cindera mata atau oleh-oleh khas Lombok. Nah..berikut ini adalah beberapa oleh-oleh khas Lombok yang sayang jika Anda lewatkan.

Berikut beberapa jenis oleh oleh lombok yang biasanya dicari
para wisatawan yang mudah diperoleh dan banyak dijual diberbagai tempat.

1. Mutiara Lombok

Mutiara Lombok sudah sangat dikenal bahkan dijadikan ikon nasional Pulau Lombok sehingga jangan sampai Anda ketinggalan mengoleksi souvenir dari mutiara ini.

Di Lombok, Anda bisa menemukan berbagai jenis dan kualitas mutiara dengan harga yang berfariasi mulai dari ratusan hingga jutaan per gram. Namun Anda tidak perlu khawatir kerena mutiara Lombok ini adalah mutiara laut, bukan mutiara hasil budidaya air tawar.

Mutiara lombok bisa dengan mudah Anda temukan di butik-butik mutiara berkualitas dan bersertifikat seperti Miss Joaquim Pearls, berbagai art shop, toko perhiasan, hingga di tempat-tempat wisata dan hotel.

Pada umumnya mutiara laut harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan mutiara hasil budidaya air tawar. Harga per gram mutiara hasil laut biasanya mencapai ratusan ribu dan bahkan bisa jutaan rupiah dan itupun belum terhitung rangkaian logam mulia tempat melekat mutiara tersebut, sedangkan mutiara air tawar biasanya sangat murah dengan dijual perbiji maupun sudah dalam bentuk perhiasan.

2. Dodol Rumput Laut

Oleh-oleh makanan yang satu ini sepertinya sudah wajib untuk dibeli yang memberikan ciri khas oleh-oleh dari Lombok. Tak seperti dodol umumnya yang sangat manis, dodol rumput laut khas Lombok terasa manis segar.

Dodol rumput laut khas Lombok terbuat dari tepung rumput laut, gula serta buah-buahan segar. Terdapat beragam pilihan rasa buah, seperti nangka, mangga, sirsak, pisang bahkan tomat serta aneka rasa buah yang tercampurkan.

Tak seperti dodol umumnya yang sangat manis, dodol rumput laut khas Lombok terasa manis segar yang terbuat dari agar agar rumput laut, gula serta buah-buahan segar. Terdapat beragam pilihan rasa buah, seperti nangka, mangga, sirsak, pisang bahkan tomat serta aneka rasa buah campuran dan juga rasa sayur. dan jagung. Dengan rasa manis dan kenyal di lidah seperti layaknya jelly rasa buah yang banyak disukai anak-anak dan segala usia.

Dodol terasa manis dan kenyal di lidah. Memakannya seperti makan
jelly rasa buah yang banyak disukai anak-anak. Selain rasa buah,
terdapat pula rasa sayur dan jagung. Dodol rumput laut ini bisa dibeli di berbagai tempat karena banyak dijual bahkan di supermarket maupun di bandara apabila kelupaan atau tidak sempat mampir untuk membelinya di art shop.

Jajanan yang satu ini sepertinya wajib Anda cicipi dan bawa pulang jika berkunjung di Pulau Lombok. Berbeda dengan dodol lainnya, dodol khas lombok ini selain manis juga segar saat dimakan. Dodol ini terbuat dari tepung rumput laut, gula, dan campuran buah-buahan segar seperti mangga, nangka, sirsak, pisang, bahkan tomat pun ada. Dodol ini bisa Anda peroleh di berbagai tempat seperti tempat-tempat wisata, kios-kios, supermarket, atau jika kelupaan, Anda bisa mencarinya di Bandara.

3. Madu Sumbawa

Pulau Sumbawa merupakan wilayah yang termasuk dalam Provinsi Nusa
Tenggara Barat yang terkenal sebagai salah satu penghasil madu terbaik di Indonesia. Madu Sumbawa telah menjadi ikon nasional dan dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati beragam penyakit. Madu putih misalnya, dipercaya bisa mengobati penyakit saraf, baik untuk tulang dan pencernaan.

Pulau Sumbawa terkenal sebagai salah satu penghasil madu terbaik di Indonesia, dan madu sumbawa ini bisa Anda temukan dengan Mudah di Lombok. Ada beberapa jenis madu yang banyak dijual di Lombok yaitu:

  1. Madu biasa (berwarna kuning kecoklatan) dan
  2. Madu putih atau madu kristal (beradal dari lebah yang hidup di batu karang-karang putih). Madu putih ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit saraf, pencernaan, dan bagus untuk tulang.
  3. Selain kedua jenis madu tersebut, ada juga madu rempah yaitu madu yang sudah dicampur dengan rempah-rempah khas lombok yang sangat baik untuk vitalitas, melegakan tenggorokan dan sebagainya.

Anda bisa menemukan jenis-jenis madu sumbawa ini di art shop atau di toko oleh oleh lombok.

4. Susu kuda liar

Susu yang belakangan dikenal dengan Susu Kuda Sumbawa ini sudah sangat dikenal juga sebagai oleh-oleh khas Lombok karena khasiatnya yang sudah dikenal luas sedangkan jumlah produksinya yang terbatas sehingga tidak mudah untuk dijumpai di daerah lain.

Susu ini dapat disimpan dalam suhu kamar sampai 5 bulan karena dihasilkan dari kuda liar asal pulau Sumbawa yang bebas dari pengaruh bahan kimia sintetis, mikroba dan bukan berasal dari hasil rekayasa genetika, banyak mengandung prebiotik alami
sehingga mampu secara optimal menekan jumlah bakteri jahat yang
terdapat dalam saluran pencernaan, berbagai penyakit yang muncul pada saluran pencernaan seperti typhus, kolera, disentri juga TBC, leukimia dan tumor. Susu ini juga dapat menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki stamina yang loyo.

Susu yang memiliki rasa asam ini diperoleh dari kuda yang hidup
secara ekstensif atau dibiarkan secara liar di alam yang berkeliaran di
lereng Gunung Suromandi, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kuda tersebut sebenarnya milik masyarakat sekitar lereng Gunung
Suromandi, tetapi dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri. Sehingga
dibandingkan dengan “susu kuda liar” yang banyak beredar di pasaran di
luar pulau Lombok tentu saja akan berbeda khasiatnya yang disinyalir
berasal dari susu kuda ternak yang tentu saja tidak semanjur susu kuda
liar asli.

6. Kaos lombok

Selain mutiara, kaos Lombok mungkin merupakan oleh-oleh yang harus dibeli. Selain harganya murah, kaos Lombok bisa menunjukkan bahwa anda pernah ke Lombok dengan pantai yang eksotis ini. Beragam kualitas dan desain serta sablon yang bisa dipilih dan mudah diperoleh seperti halnya cindera mata mutiara yang juga banyak tersedia di pedagang asongan, art shop, pusat oleh-oleh, butik bahkan jika berminat bisa berlenja sampai ke tingkat grosir dan pusat pembuatannya jika memungkinkan waktu untuk
mampir sejenak.

 

7. Minyak Gosok Sumbawa

Ini oleh-oleh yang pas untuk orang tua atau nenek, walaupun bisa juga jadi cadangan untuk diri sendiri saat lelah bekerja. Minyak gosok Sumbawa terbuat dari akar lawang serta 44 macam akar dari berbagai tumbuhan yang berkhasiat yang dibuat hanya setahun sekali pada saat bulan Ramadhan. Minyak ini memberi kehangatan dan bau yang khas untuk menyembuhkan pegal-pegal, keseleo, meringankan derita rematik dan penyakit otot lainnya. Minyak gosok Sumbawa ini biasanya tersedia dalam beragam ukuran dan bisa diperoleh di art shop dan pusat oleh-oleh.

Selain yang sudah saya sebutkan di atas, masih ada juga oleh oleh lombok lainnya yang bisa beli saat melakukan wisata seperti baju kaos Lombok, minyak gosok Sumbawa, telur asin khas lombok, dendeng rusa, kerupuk kaki ayam, kendi maling, dan masih banyak lagi.

Jika anda ingin mengkoleksi perhiasan mutiara lombok yang benar benar asli, silahkan kontak galeri Miss Joaquim Pearls.