Posted on

APAKAH BUDIDAYA MUTIARA LAUT SELATAN (SOUTH SEA PEARL) ITU ?

APAKAH BUDIDAYA MUTIARA LAUT SELATAN (SOUTH SEA PEARL) ITU ?

harga mutiara
contoh mutiara berkualitas tinggi. Jual Kalung Mutiara, Kabar Harga melalui telepon pintar / whatsapp : +6287888894689

Mutiara Laut selatan yang berwarna emas yaitu perhiasan mutiara lombok yang paling baik dan bermutu tinggi, bergengsi dan mewah. namun akan terasa  lebih seperti itu  sempurna sekiranya bisa diambil  langsung  dari cangkang tiram mutiara lombok atau yang awam disebut dengan tiram mutiara laut selatan.

Inilah yang yaitu hadiah dari alam, yang seperti itu komplit dan sempurna dengan pelaksanaan yang masih benar-benar alami yang telah menjadi sebuah karya seni menawan sesudah diciptakan menjadi sebuah  perhiasan mutiara lombok. Permata dari mutiara yang  paling istimewa dan juga unik, yang secara alami diproduksi oleh tiram yang paling langka dan terbesar di dunia yaitu tiram raksasa bibir perak dan bibir emas yang namanya Pinctada maxima.

Tiram langka dan soliter ini hanya berjumlah benar-benar sedikit dan seperti itu terbatas dari lokasi-lokasi yang ditemukan di laut tropis yang hangat yang disebut sebagai Laut Selatan (dari sinilah nama mutiara tersebut muncul).  Daerah ini memrentang dari Laut Utara Australia menuju Indonesia, Filipina, sampai ke ujung selatan Burma.

Cangkangnya yang menghasilkan nacre yang paling menawan, bahannya berkilau halus dan lembut, yang memiliki opalescence (derajat ke ovalan) yang bernada hening (calm). Ukuran dan ketebalan shell dan kilau dari nacre itu bisa menghasilkan hasil yang paling langka dan paling dicari di pasaran perhiasan mutiara di dunia secara khusus perhiasan mutiara lombok.

Perhiasan mutiara lombok dan Mutiara hasil budidaya di laut selatan Indonesia.

Sepanjang sejarah, mutiara dari alam Laut Selatan Indonesia telah dianggap sebagai hadiah terindah dari segala perhiasan mutiara.

Penemuan yang paling produktif untuk lokasi habitat kerang mutiara pinctada maxima terdapat di lautan Australia Utara dan Indonesia dimulai pada permulaan tahun 1800-an dan memuncak di era yang paling menggiurkan di pasaran perhiasan mutiara di Eropa pada era Victoria.

Perhiasan Mutiara Lombok yang berwarna emas (Golden South Sea Pearls) bisa dibedakan dari segala mutiara lain dengan melihat nacre alami yang tebal dan megah, memiliki sebuah derajad keovalan yang bernada hening, menghasilkan kilauan yang bercahaya tiada bandingnya. Kilauan yang tidak hanya memberikan sekedar kesan \\\”bercahaya\\\” seperti mutiara lainnya – namun kilauan ini bernada lembut, creamy, sentuhan nada teduh yang bisa merubah suasana hati di bawah kondisi sinar yang berbeda-beda.

dan inilah yaitu keindahan nacre  yang benar-benar disenangi dari mutiara Laut Selatan untuk para pecinta perhiasan selama berabad-abad lamanya secara khusus perhiasan mutiara lombok. Untuk ukuran dan volume mutiara Laut Selatan yang berwarna emas dan putih juga benar-benar familiar, karena ketebalan nacre yang diciptakan benar-benar memuaskan, dan beragam bentuk yang unik dan diharapkan bisa ditemukan pada mutiara jenis ini.

Mutiara Laut Selatan Indonesia,  seperti perhiasan mutiara lombok  memiliki beragam warna dari putih sampai menuju warna perak, dan dari cream sampai menuju warna kuning emas yang pekat. Perhiasan Mutiara Lombok juga bisa menampilkan nada yang menawan dari warna yang kadang kala agak berbeda seperti merah muda, biru maupun hijau.

Pada ketika ini, seperti halnya dengan mutiara alami yang berasal dari lokasi lain, mutiara yang betul betul diciptakan oleh pelaksanaan alami di Laut Selatan hampir sulit ditemukan, ketika ini yang beredar yaitu mutiara laut selatan hasil budidaya peternakan-peternakan mutiara.

Sebagian besar mutiara Laut Selatan yang tersedia ketika ini dibudidayakan di peternakan mutiara di Laut Selatan Indonesia seperti di Lombok, Bali, Sumbawa, Maluku, Papua. Perlindungan habitat alami kerang mutiara dan pelestarian alami mutiara telah memungkinkan untuk dibudidayakannya mutiara Laut Selatan di bawah kondisi \\\”sumber energi alam yang berkelanjutan\\\”. Era kini ini budidaya mutiara Laut Selatan mungkin akan nampak lebih dominan di tahun-tahun mendatang sebagai periode mutiara terkaya dalam sejarah manusia.

PERHIASAN MUTIARA LOMBOK dan Darimanakah mereka berasal ?

Kerang maxima Pinctada hanya ada di tempat kecil dari laut tropis yang hangat dikenal sebagai \\\”Laut Selatan\\\”. Daerah ini secara khusus di Samudra Hindia di sekitar Australia komponen utara, Samudera Indonesia komponen selatan dan Filipina komponen selatan.

Garis pantai Australia Utara dan Indonesia komponen selatan konsisten menjadi salah satu dari beberapa garis pantai perawan di dunia ketika ini dan memperoleh perlindungan benar-benar penting untuk masa depan budidaya mutiara Laut Selatan. Tanpa dengan lingkungan yang dilindungi ini, tiram mutiara/shell akan hibernasi untuk menjamin kelangsungan hidupnya, sehingga kerang akan menolak untuk menghasilkan nacre yang berharga.

Tiram mutiara / Shell soliter dan khusus ini akan menunggu sampai separo abad sampai situasinya tepat untuk mengeluarkan nacre itu kembali. Nacre inilah yang yaitu lapisan lapisan yang menawan yang menyusun butiran mutiara tersebut.

Kawasan laut yang disebut sebagai Laut Selatan tidak membuat anda menjadi bngung dengan adanya mutiara Tahiti dan area lain dari Samudera Pasifik yang kadang-kadang juga keliru disebut sebagai Laut Selatan. Daerah yang  di sekitar Tahiti ini yaitu menjadi rumah bagi jenis kerang yang berbeda yaitu kerang mutiara jenis Pinctada margaritifera – yang yaitu kerang mutiara hitam yang hanya menghasilkan mutiara dari beragam warna bernada hitam (mutiara ini dikenal sebagai mutiara hitam Tahitian).

Berbeda dengan kerang mutiara yang langka Pinctada maxima yang berwarna Emas dari perhiasan mutiara lombok yang menjadi milik Indonesia ini, Pinctada margaritifera yang berasal dari tahiti berwarna hitam lebih kecil dan jauh lebih banyak dari pada sepupunya yang berwarna emas dan putih serta mutu nacre yang diciptakan oleh kerang mutiara ini benar-benar berbeda.

Oleh karena itu konsumen akan menemukan mutiara hitam \\\”Tahitian\\\” mutiara lebih banyak jumlahnya tersedia dan harga biasanya lebih murah karena mencerminkan berlimpahnya ketersediaan mutiara tahiti tersebut. Warna-warna yang diciptakan oleh kerang hitam tidak tersedia dari kerang mutiara laut selatan yang berwarna emas dan putih (seperti itu juga sebaliknya).

Untuk memudahkan anda menemukan perhiasan mutiara lombok yang berwarna emas dan putih atau cream maka silahkan hubungi Kios Mutiara dan perhiasan emas Miss Joaquim Pearls di BBM 3227CF53 atau Seluler/WA +6287888894689

Posted on

Lombok : Penghasil Mutiara Laut Di Indonesia

Lombok NTB provinsi penghasil mutiara laut di Indonesia. Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa merupakan pulau pulau penghasil mutiara laut di Indonesia. Nusa Tenggara Barat (NTB)

South Sea Pearl (LOT-ATW112)Adat NTB terdiri dari Adat Sasak, Samawa dan Mbojo dengan skor-skor luhur yang masih dijunjung tinggi, antara lain : Adat Tari lewat Gamelan, Wayang Kulit Sasak, Tari Gandrung, Tari Tandang Mendet Adat Musik lewat Gendang Beleq, Barong Pengkok, Sekeco, Bulawa, Rebaran Ode dan Serunai. Walaupun Poin-skor luhur dari basis kebiasaan dan adat dari sejak lahir hingga mati yakni Gawe Ayu (momen nyongkolan dalam perkawinan), Ngurisan dan Gawe Ale dalam kesibukan Ngiwalan. Adapun momen kebiasaan untuk even nasional yang dimaksimalkan seperti Bau Nyale, Lebaran Topat, Maulidan. Dan khusus yang dengan ritual yakni Barapan Kebo (Sumbawa)/Malikan Sapi (Lombok) dan Pacuan Kuda.

Provinsi NTB terdiri dari 2 (dua) Pulau Besar yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dan 278 pulau-pulau kecil, sebanyak 32 pulau yang sudah berpenghuni. Provinsi Nusa Tenggara Barat terbagi dalam 16 kawasan sungai dengan 1.390 tempat aliran sungai, yang terpanjang merupakan Sungai Beh 81,34 km dengan luas areal 1.540,29 km² dan yang terpendek merupakan Sungai Songkang 11,24 km dengan luas areal 128,16 km².

Sentra Pemerintahan Provinsi NTB terdapat di Kota Mataram Pulau Lombok. Pulau Lombok mempunyai tujuh gunung yang tertinggi merupakan Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, meski Pulau Sumbawa terdapat Sembilan gunung yang tertinggi merupakan Gunung Tambora dengan ketinggian 2.851 m dpl.

Posted on

Mutiara Lombok Adalah Produk Kebanggaan Indonesia

Mutiara Lombok adalah Mutiara Kebanggaan Indonesia

Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau tropis yang subur, dimana sekitar 3.000 dihuni, adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Rantai pulau membentang 4.500 kilometer barat ke Timur dan 2.000 kilometer Utara ke Selatan. Berlokasi tenggara dari daratan Asia dan utara dan barat laut Australia, string ini zamrud dilemparkan antara India dan lautan Pasifik. Elemen-elemen ini sudah menjadikan lingkungan yang sangat berbagai yang kaya akan sumber daya alam (minyak, besi, emas, timah, nikel) serta dari segi keanekaragaman hayati darat dan laut.

Indonesia menawarkan 95.181 kilometer garis pantai yang adalah salah satu terpanjang di dunia. Dengan demikian, Indonesia diberkahi dengan terkaya laut pesisir laut daerah tidur biota. Banyak ragam krustasea seperti lobster, kepiting, dan udang serta berbagai ragam moluska, seperti kerang dan tiram antara produk perikanan utama di Indonesia. Indonesia juga adalah produsen utama produk perikanan non-dimakan disebut mutiara, berkat lingkungan laut murni yang menyediakan lingkungan yang terbaik untuk mutiara-memproduksi tiram.

Indonesia adalah produsen terbesar dari South Sea Pearls di pasar dunia!
Data pada tabel menonjolkan Indonesia mendonasi pangsa 41,2% volume South Sea Pearl, dicontoh oleh Australia di 34,2%, Filipina 18,1% dan di Myanmar sebesar 5,5%.

Mutiara sudah diketahui manusia semenjak permulaan peradaban. Mereka dianggap sebagai salah satu yang paling berharga dan sampai hari ini masih sangat dihormati sebagai permata untuk keindahan dan kemegahan mereka. Sumeria dari Mesopotamia dan Babilonia, Kerajaan Mesir, Persia dan Cina terbungkus diri dengan baik mutiara atau ibu dari perhiasan mutiara semenjak 3000 SM. Sebuah fragmen tertua yang diketahui perhiasan mutiara, ditemukan dalam sarkofagus seorang putri Persia yang meninggal pada 520 SM, akan ditampilkan di Museum Louvre di Paris. Di Amerika, baik suku Inca dan Aztec berharga mutiara untuk keindahan dan daya magis.

Bangsa Romawi berharga mutiara sebagai permata utama dan berubah menjadi mutiara berbagai ragam aksesoris dekoratif. Selama jangka waktu Romawi klasik, cuma orang-orang di atas peringkat tertentu dibolehkan untuk menerapkan perhiasan mutiara. Di Barat, beberapa besar negara-negara Eropa pada abad ketiga belas dan keempat belas memiliki undang-undang perihal siapa yang bisa dan tak bisa menerapkan mutiara. Guru dan pengacara, seumpama, tak bisa menerapkan pinggiran atau rantai dengan mutiara. Untuk waktu yang cukup lama dalam sejarah, mutiara adalah simbol kekuasaan dan kekayaan. Kaisar Napoleon Bonaparte dan istrinya Josephine preferensi untuk mutiara memicu permintaan untuk permata alam ini. Mutiara sudah dianggap hadiah pernikahan yang tepat karena mereka melambangkan kemurnian dan kepolosan. Tidak agama Hindu, presentasi dari sebuah mutiara un-dibor dan piercing sudah menjadi komponen dari upacara pernikahan.

Mutiara menonjolkan mutu keanggunan, kemurnian dan kesempurnaan. Dengan demikian, permata alam ini sudah diambil sebagai simbol bagi banyak pandangan baru-pandangan baru tertinggi. Untuk orang dahulu, mutiara adalah perlambang bulan dan memiliki daya magis. Orang-orang juga dilampirkan arti yang berbeda untuk berbagai warna mutiara. Mutiara putih sudah dianggap sebagai simbol kesucian. Rose dan pink mutiara melambangkan cinta. Kekayaan dilambangkan melalui mutiara emas. Mutiara dengan warna merak hijau melambangkan cinta. Mutiara biru safir diambil sebagai simbol keabadian, sementara mutiara hitam melambangkan martabat.

APAKAH MUTIARA ?

Mutiara adalah sebuah \\\”permata\\\” organik, adalah, sebuah permata yang berasal dari makhluk hidup (contoh lain dari permata organik termasuk karang dan kuning). Mutiara adalah permata yang hidup, dan setiap mutiara adalah keajaiban alam. Ini adalah concretion berkilau (adalah massa bulat dari lapisan konsentris kompak dibangun di sekitar inti) yang diproduksi oleh bivalva tertentu, termasuk kerang dan tiram. Mutiara adalah pertumbuhan tidak normal pengaruh invasi tubuh moluska oleh benda asing. Tiram menenangkan iritasi yang disebabkan oleh orang-orang stimulus eksternal ataupun internal (seperti butiran pasir, telor moluska, parasit dan partikel asing lainnya) dengan mengeluarkan solusi kecoklatan disebut conchiolin. Conchiolin adalah protein berserat yang membentuk komponen dalam cangkang tiram. Selama conchiolin ini, mantel tiram bahan menyerang dengan lapisan demi lapisan bahan nacreous. Conchiolin mengikat nacre bersama-sama. Nacre adalah lapisan internal yang mutiara keras dari cangkang tiram. Dibutuhkan ribuan lapisan sangat tipis dari nacre ini untuk membikin satu butir mutiara. Bahan-bahan yang membentuk mutiara disekresikan oleh mantel (adalah, komponen tubuh internal tiram dengan kelenjar yang mengeluarkan zat-shell memproduksi) sebagai respons terhadap bahan iritan. Ini adalah prestasi yang luar awam dari alam bahwa tiram hidup menjadikan seperti sebuah karya seni menawan. Karena mutiara dihasilkan melalui cara kerja biologis di dalam tiram, tak ada dua mutiara yang identik. Ketika ini dipahami karenanya kenapa kata Latin untuk mutiara adalah margarita yang berarti \\\”unik\\\”. (Tidak bahasa roman (Spanyol, Perancis, Italia), margarita berarti mutiara).

Nacre, juga disebut sebagai ibu-of-mutiara, yang terpenting terdiri dari kristal aragonit. Aragonit kristal adalah bahan padat di mana atom komponen dibentuk dalam pola yang pasti dan yang permukaannya keteraturan mencerminkan simetri internal. Kristal yang berjejer di simetri dalam lapisan yang membentuk mutiara membikin efek prismatik sebagai cahaya perjalanan melalui setiap lapisan. Efek prismatik ini memberikan kontribusi terhadap mutu cahaya mencerminkan mutiara yang diketahui sebagai berkilau dan permainan warna.

TIRAM, The Makhluk Istiadat Hadir perhiasan

Oyster adalah anggota dari keluarga Ostreidae (tiram benar) atau Aviculidae (kerang mutiara), bivalva ditemukan di perairan pantai beriklim hangat dan segala lautan. Sebuah moluska bivalve adalah setiap invertebrata bertubuh lunak dari keluarga Mollusca yang tubuhnya dilindungi oleh dua kerang simetris. Kerang ini yang menyertakan moluska yang terbuat dari kalsium karbonat yang dikeluarkan oleh mantel lembut yang menutupi tubuh. Ketika ini juga diketahui bahwa karakteristik ekologi dari komponen bawah daerah tidur natural mutiara memainkan peran penting dalam produksi serta mutu mutiara. Dasar berbatu atau serak lebih cocok. Daerah yang kaya akan fitoplankton yang dikonsumsi oleh tiram, baik tapi tak boleh ada mekar membahayakan. Arus ringan diperlukan tak cuma sebagai sumber air laut yang kaya oksigen, tapi juga untuk membawa plankton segar serta untuk menghilangkan produk metabolik, dan persoalan sampah padat tiram \\\’. Jika arus air yang kuat, penyusunan lapisan nacreous lebih pesat, tapi mutu mutiara lebih rendah.

Mayor Genera of Pearl tiram
Spesialis biologi mengatakan bahwa sekitar 15 genera tiram mutiara bisa menjadikan poin-poin komersial: 9 (sembilan) milik tiram air laut dan lain 6 (enam) ragam air tawar. Namun, cuma beberapa yang mendominasi sebagai produsen mutiara komersial dalam perdagangan dunia. Istiadat paling tenar dari air laut kerang mutiara adalah dari genus Pinctada. Pinctada terjadi dalam beberapa laut dari sabuk tropis dan di daerah sub-tropis.

Ada tiga besar Pinctada sub-spesies: Pinctada Maxima, Pinctada Margaritifera, dan Pinctada imbricata / Fucata. Dari ragam air tawar, Hyrriopsis Schlegelli (Biwa mutiara remis) adalah yang paling tenar. Emas / perak-lip pearl oyster Pinctada Maxima menempati sentra Indo-Pasifik dari Myanmar ke Kepulauan Solomon. Distribusi bio-geografis adalah peregangan sepanjang pantai Myanmar, Thailand, kepulauan Indonesia, Filipina, turun ke pesisir utara Australia. Spesies ini ditemukan pada kedalaman mulai dari tingkat surut sampai 80 meter. Komponen tengah kisaran ini, kepulauan Indonesia, Papua Nugini, Australia dan Filipina, memiliki atau memiliki alasan shell produktif. Pinctada Maxima tiram menjadikan South Sea Pearls, karena fakta bahwa daerah berkembang biak mereka diketahui sebagai Laut Selatan.

Pinctada Maxima yang diamati memiliki berbagai warna eksternal: kekuningan-cokelat, hijau, cokelat tua muda atau ungu. The nacre (adalah mutiara keras di dalam lapisan cangkang tiram) memiliki kilau yang terang dan kaya. Komponen dari nacre dekat dengan \\\”mulut\\\” bisa memiliki sebuah band emas atau perak dari berbagai lebar. Ketika ini memberikan Pinctada Maxima nama awam dari emas atau perak-bibir-bibir tiram. Pinctada Maxima adalah spesies terbesar dari genus: Ukuran tubuhnya berkisar dari 20 sampai 30 sentimeter dengan berat yang bisa mencapai sampai 6,3 kilogram. Pinctada Margaritifera, hitam-bibir tiram mutiara, berkisar dari Teluk Persia, Laut Merah, Sudan, Papua Nugini, Australia, Polinesia Prancis, Indonesia, Kepulauan Andaman dan Nicobar, Barat komponen dari Samudera Hindia, Jepang dan Samudra Pasifik, Teluk California, dan Meksiko.

Pinctada Fucata pameran berbagai morphs warna mulai dari merah awam dan cokelat ke hijau, perunggu dan krim. Nacre adalah dari krim warna keemasan dengan kilap logam keras. Spesimen terbesar yang sampai 10 cm diameter. Pinctada Fucata juga memiliki distribusi yang luas dari Pasifik Timur (Venezuela) ke Samudera Pasifik Barat (Korea dan China selatan), Australia, Samudera Hindia ke Laut Merah dan Teluk Persia.

Hyriopsis Schlegeli adalah kerang air tawar yang awam di segala dunia, tapi mereka diaplikasikan untuk budidaya mutiara terpenting ditemukan di sungai air tawar, danau dan kolam. Di Cina mereka malah ditemukan di daerah-daerah seperti saluran irigasi petani. Kerang sangat gampang beradaptasi dengan situasi setempat. Kilau mereka umumnya tak setinggi dengan tiram lain yang diaplikasikan untuk budidaya mutiara.

JENIS MUTIARA

Dari sistem itu terbentuk, kita bisa mengkategorikan mutiara menjadi tiga golongan: mutiara alam, budidaya mutiara dan mutiara imitasi. Sebelum menipisnya daerah tidur mutiara natural, sekitar satu abad yang lalu, segala mutiara yang ditemukan adalah mutiara natural. Hari ini mutiara natural sangat langka, dan kerap dipasarkan di lelang di New York, London dan daerah-daerah internasional lainnya dengan harga investasi. Mutiara alam, berdasarkan definisi, segala ragam mutiara yang terbentuk secara tak sengaja, tanpa campur tangan manusia. Mereka adalah produk dari kebetulan, dengan permulaan yang adalah iritan seperti parasit menggali. Kemungkinan kejadian alam ini sangat tipis karena tergantung pada entri yang tak diinginkan dari bahan asing yang tiram tak sanggup mengusir dari tubuhnya.
Mutiara budidaya mengalami cara kerja yang sama. Tidak kasus mutiara natural, tiram berprofesi sendirian, padahal mutiara berbudaya adalah produk dari intervensi manusia. Untuk mensupport tiram untuk menjadikan mutiara, teknisi sengaja implan iritasi di dalam tiram. Materi yang pembedahan implan adalah komponen dari shell disebut Mother of Pearl. Teknik ini ditemukan dan dimaksimalkan oleh penemu Jepang, Kokichi Mikimoto, yang dipatenkan teknik tahun 1916.

Mutiara imitasi adalah cerita yang berbeda sama sekali. Tidak kebanyakan kasus, manik-manik kaca dicelupkan ke dalam larutan yang terbuat dari sisik ikan. Lapisan ini tipis dan kesudahannya bisa luntur. Satu umumnya bisa mengetahui imitasi dengan menggigit di atasnya. Mutiara palsu meluncur di gigi Anda, padahal lapisan nacre pada mutiara yang nyata merasa berpasir. Pulau Mallorca di Spanyol diketahui untuk industri mutiara imitasi nya.

THE BERBAGAI MUTIARA BUDIDAYA

Beberapa ragam tenar budidaya mutiara Akoya adalah Pearls, South Sea Pearls, Tahiti Budidaya Mutiara, Freshwater Cultured Pearls ditambah ragam lain seperti Mabe Budidaya Half Mutiara dan Keshi Pearls. Istilah Akoya merujuk pada mutiara air asin bernukleus dibudidayakan di tiram Akoya. Hari ini, mayoritas Akoya mutiara yang dibudidayakan di Jepang, dan China. Karena tiram relatif kecil, mutiara yang umumnya tumbuh dari 2 milimeter sampai 9 milimeter, atau sangat jarang, 10 milimeter.

Tahiti mutiara yang dibudidayakan dengan menerapkan spesies lokal hitam berbibir tiram mutiara Pinctada Margaritifera (berkisar dalam ukuran antara 12 sampai 15 cm). Ukuran yang lebih awam dari mutiara adalah 9 sampai 13 milimeter. Warna riang mutiara ini berkisar dari emas melalui hijau untuk terong atau ungu, untuk warna gelap seperti hitam legam. Lazimnya, kian gelap mutiara, kian berharga itu. Benar merak mutiara hitam sangat langka dan mahal. Cuma jumlah terbatas dari Tahiti mutiara berkembang sebagai bulat atau penurunan yang total.

Air tawar budidaya mutiara yang dibudidayakan di beberapa spesies kerang mutiara. Kerang air tawar yang awam di segala dunia, tapi mereka diaplikasikan untuk budidaya mutiara terpenting ditemukan di sungai air tawar, danau dan kolam. Warna datang dalam putih, sampanye, cream, oranye, pink, ungu, ungu, ungu muda, biru tua dan cokelat. Namun, membingungkan warna yang menarik di mana mutiara ini ketika ini sedang
Dipasarkan sangat menonjolkan bahwa perawatan warna sedang dikerjakan pada mutiara hal yang demikian.

Mabe adalah istilah yang awam diaplikasikan dalam perdagangan mutiara untuk membuktikan separo-mutiara yang tumbuh di komponen dalam shell. Tergantung pada format inti petani memasukkan ke dalam tiram, beberapa format bisa diproduksi, termasuk bulat, oval, bantal, drop dan jantung.

Keshi mutiara secara natural terbentuk dalam jaringan lunak yang paling berbudaya mutiara bantalan tiram. Namun, mutiara ini adalah produk sampingan dari prosedur tradisi, dan wajib diakui sebagai demikian. Keshi mutiara dari kedua putih dan hitam Laut Selatan mutiara tiram bisa mencapai ukuran dari 4 sampai 10 milimeter di atas. Fakta bahwa itu adalah satu-satunya mutiara hasil budidaya air laut tanpa inti buatan manusia membikin mutiara Keshi khusus dan dihargai oleh pecinta mutiara sejati di segala dunia.

Sepanjang sejarah, alam Laut Selatan mutiara sudah dianggap sebagai hadiah dari segala mutiara. Penemuan yang paling produktif ranjang Laut Selatan mutiara terpenting di Indonesia dan kawasan sekitarnya seperti Australia Utara pada permulaan 1800-an memuncak di era yang paling memanjakan mutiara di Eropa pada era Victoria. Laut Selatan mutiara dibedakan dari segala mutiara lain dengan nacre alam tebal megah. Nacre alam ini menjadikan kilau yang tak tertandingi, salah satu yang tak cuma memberikan \\\”bersinar\\\” seperti mutiara lainnya, tapi lembut, penampilan tak berwujud rumit yang mengubah suasana hati di bawah situasi cahaya yang berbeda. Ini adalah keindahan nacre ini yang disenangi mutiara Laut Selatan untuk perhiasan ahli dengan membedakan rasa selama berabad-abad.

Mutiara Laut Selatan secara natural diproduksi oleh salah satu terbesar mutiara-bantalan tiram, Pinctada Maxima yang, (juga diketahui sebagai Silver-Lipped atau Gold-Lipped) tiram. Perak atau emas berbibir ini moluska bisa tumbuh dengan ukuran piring makan malam tapi sangat sensitif terhadap situasi lingkungan. Sensitivitas ini menambah tarif dan kelangkaan mutiara Laut Selatan. Dengan demikian, Pinctada Maxima memproduksi mutiara ukuran besar mulai dari 9 milimeter sebanyak 20 milimeter dengan ukuran rata-rata sekitar 12 milimeter. Berkat ketebalan nacre, Laut Selatan mutiara juga tenar dengan berbagai format yang unik dan diinginkan ditemukan. Di atas kebajikan-kebajikan, mutiara Laut Selatan juga memiliki berbagai warna dari krim melalui kuning emas dalam dan dari putih melalui perak. Mutiara juga bisa menonjolkan yang menawan \\\”nada\\\” dari warna yang berbeda seperti merah muda, biru atau hijau.

Hari ini, seperti halnya dengan mutiara alam lain, alam Laut Selatan mutiara sudah hampir menghilang dari pasar mutiara dunia. Beberapa besar mutiara Laut Selatan yang tersedia ketika ini dibudidayakan di peternakan mutiara di Laut Selatan.

THE KEBAJIKAN KHUSUS INDONESIA mutiara SOUTH SEA

Tidak rangka untuk menghargai perbedaan khusus dari South Sea Pearls, yang Indonesia adalah produsen terkemuka, seseorang bisa menilai kecantikan mereka dalam hal kilau, warna, ukuran, format dan mutu permukaan. Tidak hal kilau, mutiara Laut Selatan, baik alam dan berbudaya, memiliki penampilan yang sangat berbeda. Karena kilau natural yang unik, mereka menonjolkan cahaya batin lembut yang terasa berbeda dari bersinar permukaan mutiara lainnya. Ketika ini kadang-kadang ditunjukkan sebagai memperbandingkan cahaya dari cahaya lilin dengan yang dari lampu neon. Kadang-kadang, mutiara mutu yang sangat baik akan menonjolkan fenomena yang diketahui sebagai orientasi. Ini adalah kombinasi dari kilau tembus dengan refleksi halus warna.

Warna yang paling populer mutiara Laut Selatan berwarna putih atau putih dengan berbagai nuansa warna. Nada bisa hampir segala warna pelangi, dan berasal dari warna natural dari nacre dari tiram mutiara Laut Selatan. Ketika dikombinasikan dengan kilau intens tembus, mereka menjadikan efek yang diketahui sebagai \\\”orient\\\”. Warna yang dominan ditemukan antara lain Silver, Pink White, White Rose, Golden Putih, Gold Cream, Champagne dan Imperial Emas. Warna emas Imperial adalah yang paling langka dari segala. Warna megah ini cuma diproduksi oleh tiram dibudidayakan di perairan Indonesia.

Laut Selatan mutiara berbudaya mendominasi dunia mutiara dalam ukuran, dan umumnya antara 10mm dan 15 milimeter. Ketika ukuran yang lebih besar ditemukan, mutiara langka di atas 16 milimeter dan kadang-kadang lebih dari 20 milimeter sangat dihargai oleh para pecinta. Jika kecantikan ada di mata yang memandangnya, karenanya Laut Selatan Mutiara menawarkan segudang kesempatan keindahan untuk diamati, karena tak ada dua mutiara yang persis sama. Karena ketebalan nacre mereka, Laut Selatan mutiara ditemukan dalam berbagai format yang menarik.

Pearl nacre adalah matriks yang menawan dari kristal karbonat kalsium dan zat khusus yang dihasilkan oleh tiram. Matriks ini dibatasi dalam ubin mikroskopis total terbentuk, berlapis-lapis. Ketebalan mutiara ditentukan oleh jumlah lapisan, dan ketebalan setiap lapisan. Munculnya nacre akan ditentukan oleh apakah kristal kalsium \\\”flat\\\” atau \\\”prismatik\\\”, dengan kesempurnaan dengan yang ubin diletakkan, dan dengan kehalusan dan jumlah lapisan ubin. Efek pada keindahan mutiara tergantung pada tingkat visibilitas kesempurnaan hal yang demikian. Walaupun permukaan ini dari mutiara ditunjukkan sebagai kulit mutiara itu.

Beberapa formatnya tak mempengaruhi mutu mutiara, permintaan untuk format tertentu tak memiliki bantalan pada poin. Untuk kenyamanan, Laut Selatan mutiara yang dinilai ke dalam tujuh golongan format. Beberapa golongan dibagi lagi menjadi beberapa sub-golongan:
1) Putaran
2) Semi-Putaran
3) Baroque
4) Semi-Baroque
5) Singgah
6) Lingkaran
7) Tombol

Indonesias IMPERIAL GOLD PEARL ADALAH QUEEN OF SOUTH SEA PEARL

Indonesia menjadikan South Sea Pearls yang dibudidayakan dari Pinctada Maxima, spesies terbesar dari tiram. Sebagai negara kepulauan dengan lingkungan murni, Indonesia menyediakan lingkungan yang optimal untuk Pinctada Maxima untuk menjadikan mutiara bermutu tinggi. Pinctada Maxima Indonesia yang menjadikan mutiara dengan lebih dari selusin nuansa warna. Istiadat paling langka dan paling berharga mutiara yang dihasilkan adalah orang-orang dengan warna emas dan perak. Sesudah nuansa halus, antara lain, silver, champagne, putih cerah, pink dan emas, dengan Imperial Emas Pearl sebagai yang paling megah dari segala mutiara. The Imperial Warna Gold Pearl dihasilkan oleh tiram dibudidayakan di perairan Indonesia adalah murni rupanya Ratu Kidul Sea Pearl.

PENGEMBANGAN BUDIDAYA MUTIARA DI INDONESIA

Ujicoba tradisi mutiara di Indonesia diawali pada Button, Sulawesi Tenggara semenjak 1921 oleh sekelompok ahli Jepang yang dipimpin oleh Dr M. Fujita, seorang peneliti terkemuka di budidaya mutiara. Usaha ini dibiayai oleh Mitsubishi Corporation dari Jepang. Sesudah uji menerapkan Golden Pearl Oyster (Pinctada Maxima Jameson) yang dikumpulkan dari Laut Arafura, terpenting di sekitar Kepulauan Aru Group. Sentra tujuh tahun trial and error, tradisi tes kesudahannya berhasil memproduksi mutiara bulat dengan warna yang menarik dan kilau. Sentra itu, sponsor, Mitsubishi Corporation, mendirikan South Sea Pearl Corp Ltd (Nanyo Shinju Kabushiki Kaisha) yang beroperasi bisnis budidaya mutiara. Operasi usai pada tahun 1941 karena Perang Dunia II.

Pada tahun 1958, kegiatan uji coba untuk budidaya mutiara dilanjutkan oleh para peneliti dan ahli dari Percobaan Indonesian Kelautan Perikanan Indonesia. Upaya hal yang demikian kemudian dilanjutkan oleh Percobaan Penelitian Perikanan Laut Indonesia untuk semenjak 1962. Ujicoba untuk tradisi mutiara Pinctada Margaritifera dikerjakan di Teluk Jakarta dan di Semayang Island, Kepulauan Riau Group. The Research Center juga menguji tradisi mutiara Pinctada Lentiginosa di Teluk Kalabahi, Alor, dan Nusa Tenggara Timur. Karena tak keluar seperti yang diinginkan. Terhitung semenjak tahun 1960, kegiatan tradisi mutiara yang mulai menerapkan liar Pinctada Maxima tiram dikumpulkan dari habitat natural mereka. Dari 1990 dan seterusnya, budidaya mutiara mulai menerapkan tiram dewasa dipelihara dari penetasan.

KEGIATAN BUDIDAYA MUTIARA

Cara budidaya mutiara, diawali dengan pemilihan lokasi yang mengarah ke membangun fasilitas untuk kegiatan budidaya mutiara.

Pemilihan

Tidak kegiatan budidaya mutiara, pemilihan website tradisi adalah sangat penting, karena tiram memerlukan situasi lingkungan tertentu di mana mereka bisa tumbuh sehat dan menjadikan mutiara bermutu tinggi. Karena pertimbangan wajib dikasih terhadap elemen-elemen penting seperti salinitas, temperatur air, kecepatan arus air, serta bebas dari limbah industri dan dalam negeri yang menimbulkan bahaya serius bagi tradisi mutiara. Teluk terlindung adalah lokasi tepat untuk peternakan tiram mutiara. Mereka menawarkan perlindungan yang baik untuk struktur tradisi seperti rakit dan kandang. Perairan pantai yang dangkal di mana laut hening hampir sepanjang tahun juga menyediakan website yang cocok.

Mutiara Budidaya

Operasi budidaya mutiara bisa dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: koleksi tiram sehat dewasa, produksi pembenihan, pembenihan pemeliharaan, tumbuh, grafting / nukleasi, penyusunan mutiara dan panen. Pada setiap tahap sejumlah sistem tradisi yang berbeda diaplikasikan. Bagus yang dipilih tergantung pada spesies berbudaya dan lokasi atau lingkungan budidaya. Di Indonesia, para petani mutiara sudah mengoptimalkan sistem dan teknik untuk Pinctada Maxima yang sudah disesuaikan untuk karakteristik khusus dari situasi lingkungan laut tropis Indonesia.

Untuk pemilihan induk bermutu baik, adalah pria dan wanita tiram yang sehat dan produktif, sebelum tahun 1990-an sumber utama untuk kegiatan mutiara adalah koleksi tiram liar dewasa dari laut-daerah tidur. Namun, sesudah pengujian tes yang berhasil dari teknik pembenihan, semenjak permulaan 1990-an, petani mutiara Indonesia sudah mengandalkan pada produksi hatchery untuk mutiara tiram. Produksi benih memungkinkan pembiakan selektif untuk sifat yang diinginkan dan menjamin pasokan terus-menerus remaja selama fase hatchery ini, larva tiram \\\’perlu alga mikro (adalah organisme fotosintesis air) sebagai makanan mereka. Diet berimbang yang terdiri dari sejumlah spesies mikro-ganggang sudah diaplikasikan dalam penetasan komersial untuk tiram mutiara dari pemijahan sampai penyelesaian. Di Indonesia, kebutuhan petani mutiara \\\’untuk feed larva disediakan oleh Layanan Teknis Unit di bawah Departemen Kelautan Dan Perikanan Urusan tersebar di segala kawasan budidaya mutiara.

Jika mutu tiram umumnya akan siap untuk nukleasi pada 21 sampai 24 bulan umur. Dari waktu nukleasi, diperlukan waktu sekitar 18 bulan sampai dua tahun untuk mutiara untuk tumbuh sampai ukuran yang diinginkan, adalah sekitar 10 sampai 12 milimeter dengan diameter. (Tidak kasus ekstrim, jangka waktu bisa diperpanjang sampai 3,5 tahun sesudah nukleasi). Mutiara mutu medium diperkirakan memiliki 1.000 lapisan nacre di atasnya, sehingga ketebalan nacre sekitar 0,4-0,5 milimeter. Sebuah ketebalan sekitar 2 milimeter (inti ditambah nacre lapisan) sesudah 2 tahun cuma bisa diterima. Pengendapan harian nacre bisa bervariasi dari nol sampai tujuh lapisan per hari. Elemen utama yang memastikan laju deposisi adalah, antara lain, temperatur air dan fisiologi tiram individu. The jangka waktu tradisi yang diperlukan juga tergantung pada ukuran inti. Mengerikan ukuran yang diinginkan mutiara tercapai, panen bisa dikerjakan. Panen dikerjakan dengan menerapkan dua sistem. Untuk tiram yang memiliki potensi untuk menjadikan mutu yang baik mutiara, mutiara yang ada akan diambil oleh rata-rata lain operasi dan kembali dimasukkan segera dengan inti baru. Sisanya tiram akan dibunuh dan mutiara dipanen. segala tiram dipanen menjadikan mutiara. Panen dianggap baik ketika lebih dari 55% tiram dipanen mengandung mutiara. Mutiara yang dipanen kemudian dicuci dengan sabun netral atau air garam garam untuk menghilangkan lendir dan kotoran. Kemudian mereka dibilas dengan air tawar bersih, kering dan diurutkan. Sortasi hasil cara kerja dalam berbagai golongan hasil panen: mutiara mutu permata, mutiara cacat dan menolak mutiara. Distribusi masing-masing golongan tergantung pada mutu kerja sama orang-nature, di mana alam mendominasi. Mutiara mutu permata yang kemudian lebih lanjut ditimbang dan disortir berdasarkan ukuran, warna, karakteristik permukaan dan keharuman. Mutiara cacat dipasarkan
Untuk diaplikasikan dalam berbagai potongan perhiasan mutiara Tolak diaplikasikan dalam obat-obatan.
Mutiara yang dipanen kemudian dicuci dengan sabun netral atau air garam garam untuk menghilangkan lendir dan kotoran. Kemudian mereka dibilas dengan air tawar bersih, kering dan diurutkan. Sortasi hasil cara kerja dalam berbagai golongan hasil panen: mutiara mutu permata, mutiara cacat dan menolak mutiara. Distribusi masing-masing golongan tergantung pada mutu kerja sama orang-nature, di mana alam mendominasi. Mutiara mutu permata yang kemudian lebih lanjut ditimbang dan disortir berdasarkan ukuran, warna, karakteristik permukaan dan keharuman. Mutiara cacat dipasarkan untuk diaplikasikan dalam berbagai potongan perhiasan. Tolak mutiara yang diaplikasikan dalam obat-obatan.

KEBIJAKAN DAN PROGRAM UNTUK MENDUKUNG industri mutiara PEMERINTAH

Untuk mempromosikan mutiara Indonesia, serangkaian kegiatan terpadu sudah diselenggarakan, antara lain, pameran promosi baik di dalam negeri
dan luar negeri, lelang mutiara dan pameran perdagangan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan mensupport dan mensupport pengusaha mutiara untuk berpartisipasi aktif dalam pameran perdagangan internasional dalam perhiasan sehingga bisa menembus pasar dunia. Di atas mereka, Pemerintah Indonesia juga sudah membentuk Tahunan Pearl Indonesia Lelang di Surabaya diawali semenjak 2007. Acara tahunan ini diselenggarakan bersama oleh Pemerintah melalui Departemen Perikanan dan Kelautan dalam koordinasi dengan Asbumi (Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia)

Pada tahap produksi, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Perikanan dan Kelautan mensupport industri mutiara melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berkaitan dengan peternakan tiram bermutu tinggi dan peningkatan kegiatan mutiara. Pemerintah juga memberikan mutu tinggi feed untuk perkelahian dengan bisnis budidaya mutiara, di atas memberikan pelatihan teknis pada grafting dan manajemen pertanian.

Sebagai pertanda untuk kegiatan untuk mengoptimalkan industri mutiara, Pemerintah diundangkan UU No.32/1990 perihal Presidental Pengelolaan Pearl Budidaya yang mengatur pengontrolan ruang yang memastikan batas-batas untuk memastikan situasi lingkungan yang kondusif untuk industri mutiara. UU No. 24/1992 perihal Tata Ruang Lahan memastikan daerah yang dialokasikan untuk tujuan yang berbeda yang mencakup area untuk kegiatan mutiara.

Pemerintah memfasilitasi penyusunan Asbumi (Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia) sebagai perantara dengan bisnis mutiara. Sebagai
entitas independen, tujuan keseluruhan organisasi adalah untuk secara kolektif meningkatkan mutu mutiara Indonesia untuk memiliki posisi yang kuat di pasar dunia.

PUSAT PRODUKSI INDONESIA MUTIARA BUDIDAYA

Sebagai produsen terbesar South Sea Pearl, Indonesia angka produksi tercatat dari 12 ton pada tahun 2005. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 18 ton
. tahun 2009 berbudaya mutiara Laut Selatan Indonesia diproduksi dalam bidang berikut:
1) perairan sekitar Bali;
2) Nusa Tenggara (Lombok dan Sumbawa);
3) Sulawesi (Celebes);
4) Maluku (Maluku) pulau
5) Provinsi Papua.

Peternakan mutiara Bali terletak di perairan hening off utara-barat pantai pulau itu, di Kabupaten Buleleng, dekat Gerokgak.

Nusa Tenggara adalah produsen terbesar bermutu tinggi South Sea Pearls di Indonesia. Ada beberapa peternakan mutiara di kawasan Tenggara Barat Nusa Lombok, diketahui dengan \\\”mutiara emas\\\” dari tiram Gold-Lipped. Lombok memiliki lebih dari 24 peternakan mutiara aktif, pada atau dekat sepuluh pulau Sekotong itu, di ujung barat daya Lombok. Mutiara yang dihasilkan oleh peternakan mutiara di Nusa Tenggara meningkat dari 689 kilogram pada tahun 2001 menjadi 1.800 kilogram pada tahun 2005 dan sekitar 2.000 kilogram pada tahun 2006. Pada tahun 2009, total produksi mutiara diperkirakan akan mencapai 2,8 ton.

Budidaya mutiara di pulau Sulawesi terjadi dalam Tomini Bay, di perairan lepas dari kepulauan Togian Islands, dan di sekitar Banggai Kepulauan di lepas pantai utara-timur Sulawesi. Maluku (pulau-pulau Maluku) yang terletak di komponen timur Indonesia dekat Malaysia. Budidaya mutiara di Maluku (Provinsi Maluku) berlangsung sekitar golongan Kepulauan Aru (Aroe Islands), sekelompok dari 95 pulau di Laut Arafura, dan di Pulau Ambon pada golongan pulau . Mutiara sudah menjadi komponen dari perdagangan Aruese selama ratusan tahun. Pearl tradisi diawali pada Aru di permulaan 1900-an sebagai komponen dari pencarian Kokichi Mikimoto untuk situasi total Pinctada maxima tumbuh.

Provinsi Papua adalah kawasan terpencil dan tercemar yang diketahui sebagai \\\”Tanah primitif terakhir di bumi.\\\” Di provinsi Papua ini, peternakan mutiara yang terletak di dalam Raja Ampat (Empat Raja) Nusantara, di Teluk Alyui di Pulau Waigeo.
Sebagai komponen yang paling penting pada tulisan ini adalah Anda bisa menghubungi Indonesian South Sea Pearls Grosir di:
• Telepon / Whatsapp: +6287865026222
• BBM: 76799B05
• Nona Joaquim Pearls

Posted on

Sentra Mutiara Lombok

Sentra Mutiara Lombok

Sebagian pelaku usaha mutiara Indonesia yang bergerak dalam usaha budidaya termasuk pemasarannya telah tergabung dalam Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI). Sebagai organisasi yang mewadahi para pengusaha budidaya mutiara di Indonesia, eksistensi ASBUMI sungguh-sungguh penting dan sebagai pusat mutiara lombok fasilitator dalam upaya pengembangan budidaya dan pemasaran mutiara Indonesia.

harga mutiara
contoh mutiara berkualitas tinggi

Dalam rangka peningkatan nilai tambah, mutiara dalam wujud “loose” lazimnya dimaksimalkan dalam wujud “jewelry” atau menjadi bahan perhiasan yang kadangkala dikombinasikan dengan benda-benda berharga lainnya seperti emas, perak, berlian, intan dan Iain-Iain. Bentuk perhiasan yang diwujudkan diantaranya mahkota, kalung, gelang, cincin, bros, jepitan dasi dan Iain-lain. Dalam perdagangan internasional, kalung mutiara dengan bermacam-macam ukurannya mempunyai istilah-istilah tersendiri seperti choker, collar, matinee, opera, princess dan rope. Istilah-istilah hal yang demikian dipakai khususnya untuk kalung mutiara yang berasal dari butiran mutiara yang seragam.

Dari usaha budidaya mutiara, diperolch pula hasil sampingan yang bernilai cukup tinggi adalah kulit kerangnya sebagai bahan perhiasan yang mahal harganya serta dagingnya setclah tak berproduksi dapat dikonsumsi dengan nilai jual yang lumayan.

Dikala ini, Indonesia khususnya mewujudkan South Sea Pearl dari kerang Pinctada maxima baik dari hasil alam ataupun budidaya. Sentra pengembangan budidaya Pinctada maxima tersebar di beberapa tempat seperti : Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

South Sea Pearl Indonesia sungguh-sungguh digemari di pasar dunia, dan lazimnya dijual dalam wujud loose dan jewelry (perhiasan). Pemasaran untuk mutiara loose di pusat mutiara lombok lazimnya dilaksanakan lewat lelang (auction) baik di dalam ataupun di luar negeri.

South Sea Pearl diproduksi oleh beberapa negara, dan Indonesia mempunyai pusat mutiara lombok sebagai pusat industrinya. Oleh maka untuk memberikan nilai tambah diperlukan promosi khusus keunikan mutiara Indonesia disertai dukungan Letter of Authencity yang terakreditasi.

Selain kerang variasi Pinctada maxima, kerang mutiara lainnya yang dapat dibudidayakan di Indonesia adalah Pinctada margaritifera, Pinctada fucata, Pinctada lentiginosa dan Pteria penguin. Budidaya mutiara dapat terselenggara hanya pada lingkungan perairan yang bersih dan tenang. Jadi budidaya mutiara, kecuali hasil yang didapatkan cukup tinggi maka secara otomatis akan menjaga mutu perairan laut.

JENIS-JENIS MUTIARA POPULER

South Sea Pearl (The Queen of Pearls)

Adalah variasi mutiara yang diwujudkan dari kerang Pinctada maxima dengan negara produsen utamanya adalah Indonesia (lokasi utama pusat mutiara lombok), Australia, Philipina, Myanmar, Vietnam dan Thailand. Dijuluki sebagai Ratunya Mutiara karcna ukurannya yang besar dengan kilauan yang khas sehingga seringkali mempunyai harga termahal.

Ukuran : Diperbandingkan dengan semua variasi mutiara budidaya, south sea pearl lazimnya mempunyai ukuran yang lebih besar adalah kisaran 8 — 22 mm, dengan ukuran rata-rata 15 mm. Meskipun demikian, dijumpai juga south sea pearl dalam ukuran kecil adalah 2 — 8 mm. Ukuran ini lazimnya berbentuk baroque keishi, adalah mutiara hasil ikutan sebagai pengaruh suatu benda terikut masuk ke dalam organ tubuh kerang sewaktu progres insersi berlangsung.

Bentuk : hampir ditemukan dalam semua wujud seperti bulat (round), tetesan (drop), kancing (button), oval, separuh bulat (semi-round), circle atau ringed, tak beraturan (baroque) dan semi baroque. Pada lazimnya wujud bulat dan tetesan mempunyai harga yang paling mahal.

Warna : cakupan warna south sea pearl sungguh-sungguh luas, lazimnya berwarna putih, perak, merah muda dan emas. South sea pearl asal Australia lazimnya berwarna putih, demikian pula south sea pearl asal Indonesia dan Philipina padahal ada kecenderungan berwarna krem dan keemasan.

Kilauan : Lapisan nacre south sea pearl lazimnya tebal dengan kilauan yang relatif lebih kuat dibanding variasi mutiara lainnya. South sea pearls juga mempunyai pantulan warna lembut yang menawan yang hanya dapat dijumpai pada mutiara berlapis nacre tebal.

Permukaan : relatif bersih (bebas dari noda, benjolan, lubang kecil dan kerutan) sampai dengan sungguh-sungguh cacat. Cacat yang tak merusak seperti noda, benjolan, lubang kecil dan kerutan kadang dijumpai pada south sea pearl. Melainkan demikian, menginga mutiara adalah produk alam, hampir sulit untuk menerima mutiara dengan permukaan tanpa cacat. Cacat yang ada juga tak senantiasa mengurangi nilai ataupun estetika mutiara itu sendiri.

Mutiara Akoya

Bentuk awam Akoya (mutiara klasik Jepang) adalah variasi mutiara pertama yang dibudidayakan dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Permukaan : Relatif bersih dan lazimnya tak ada cacat.

Bentuk : Situasi dijumpai dalam wujud bulat, semi bulat, tetesan air dan baroque (wujud tak beraturan). Hampir tak pernah dalam wujud circle!ring, button atau oval.

Warna : rose, perak/putih, krem, emas dan biru/abu-abu

Ukuran : berkisar dari 2—10 mm, dengan ukuran rata-rata 7 mm.

Kilauan : Dengan perbandingan ketebalan nacre yang sama, Akoya dievaluasi oleh beberapa pakar mempunyai kilauan yang lebih baik diperbandingkan mutiara variasi lain. Perairan Jepang, tempat pengembangbiakan Akoya, adalah perairan dengan temperatur 10-15° lebih dingin dibanding perairan untuk pengembangbiakan mutiara variasi lain. Selain perairan yang lebih dingin ini menyebabkan Akoya menyusun lapisan nacre lebih lambat dan struktur kristal yang lebih padat. Bentuk inilah yang meningkatkan mutu kilauan Akoya. Sehingga padahal lapisan nacre-nya lebih tipis diperbandingkan beberapa besar variasi mutiara budidaya lain, tetapi kilauannya paling terang.

Mutiara Tahiti

Mutiara Tahiti adalah variasi mutiara yang diwujudkan dari kerang Pinctada margaritifera yang mempunyai ukuran kerang hampir dua kali lipat dibanding kerang Akoya. Negara produsen utamanya adalah Tahiti (French Polynesia), Hawaii, Cook Island dan negara di wilayah Pasifik.

Ukuran : sekitar 8-13 mm

Warna : mutiara Tahiti diketahui dengan wama-warninya, cendcrung warna metalik dan unik dibanding warna mutiara budidaya lainnya. Sebagai Mutiara Hitam, warna lazimnya adalah kelabu dengan dcrajat yang lebih terang atau lebih gelap. Selain itu, mutiara Tahiti mempunyai kesanggupan yang unik untuk menampilkah variasi warna yang muncul secara bcrsamaan – seperti warna peacock, eggplant atau aubeigine, hijau, biru dan warna merah keungu-unguan. Mutiara Tahiti yang paling bernilai tinggi adalah yang berwarna peacock dan biru yang ditiru warna pelangi, kelabu dan emas.

Kilauan : berkisar dari kilauan tinggi, sedang sampai rendah.

Permukaan : cakupan mutu permukaannya cukup luas adalah dari bersih/mulus sampai sungguh-sungguh cacat. Untuk mutiara Tahiti dengan mutu tinggi, permukaannya bebas dari noda, bengkak, lubang kecil, kerutan dan bulatan. Sebagai mutiara yang memerlukan waktu budidaya lama, mutiara Tahiti dengan permukaan yang kurang sempurna kadangkala justru menambah estetika dan menjadi lebih memikat.

Bentuk : bulat sempurna, tetesan, kancing, oval, semi round, melingkar atau ringed, baroque dan semi baroque.

Dimanakah pusat mutiara lombok? Miss Joaquim Pearls adalah pusat mutiara lombok yang telah diandalkan oleh customer dalam dan luar negeri. Perdagang luar negeri telah mengetahui Miss Joaquim sebagai pusat mutiara lombok yang sanggup menyiapkan mutiara lombok dalam mutu tinggi dan kuantitas yang banyak. Untuk berdialog dengan Miss Joaquim Pearls silahkan add pin bbm 3227CF53. Selamat berbelanja. Have FUN !

Posted on

Mutiara Lombok Murah dan Asli

Mutiara Lombok Murah dan Asli

Mutiara alami dikala ini suda mulai jarang ditemukan sehingga harganya betul-betul mahal. Jenis yang sering kali diperdagangkan yaitu mutiara hasil budidaya seperti mutiara Akoya, mutiara Tahiti, South Sea Pearl dan mutiara air tawar yang banyak terdapat di Jepang dan Cina, Mutiara Lombok Murah dan Absah memang bisa saja Anda peroleh, tapi tentu saja ada rupa ada harga, maksudnya yaitu Mutiara Lombok Murah dan Absah tentu saja memiliki kualitas yang rendah.

Pada dasarnya mutiara terbagi dalam 2 (dua) macam yaitu mutiara alami dan hasil budidaya. Dalam proses penyusunan mutiara diperlukan zat pengganggu seperti misalnya suatu potongan jaringan/tisu yang dimasukkan ke dalam kerang-kerangan seperti oyster/mollusk. Sebagai upaya perlindungan, secara otomatis kerang-kerangan hal yang demikian akan melapisi zat pengganggu yang masuk hal yang demikian dengan lapisan nacre yang pada akibatnya akan menghasilkan mutiara. Untuk menghasilkan mutiara budidaya, zat pengganggu yang dimaksud secara sengaja dimasukkan ke dalam kerang-kerangan via proses pembedahan.

Mutiara Lombok Murah dan Absah tapi berkualitas rendah hal yang demikian bisa anda peroleh di pedagang-pedagang asongan yang ada di sepanjang pantai senggigi dan pantai gili trawangan. Para pedagang asongan Mutiara Lombok Murah ini juga memasarkan mutiara air tawar atau pun mutiara imitasi, sehingga anda wajib berhati hati dalam memilihnya. Agar anda tak tertipu oleh penjualan Mutiara Lombok Murah ini karenanya anda bisa berkonsultasi dengan kami di bbm (add pin bbm 3227CF53). Kios Emas dan Perhiasan Miss Joaquim Pearls hanya menyediakan mutiara asli dengan kualitas tinggi.

Kecuali mutiara hasil budidaya, dikala ini pun telah banyak pula dijumpai mutiara imitasi yang benar-benar yaitu hasil buatan tangan manusia yang diciptakan dari keramik, kulit/kerang, gelas/kaca atau pun plastik. Mutiara imitasi bukan termasuk macam mutiara, tapi karena teknik pembuatan pabrikasi dikala ini telah begitu maju, sehingga kadang menonjol sempurna seperti mutiara asli. Salah satu metode termudah untuk membedakan mutiara imitasi dengan mutiara asli yaitu dengan menggesekkan mutiara hal yang demikian ke ujung gigi. Kalau terasa lembut, karenanya dipastikan itu yaitu mutiara imitasi. Sementara jika dikala digesekkan terasa berpasir, pun kadang terasa ngilu, karenanya itulah mutiara asli karena terkait dengan eksistensi lapisan nacre.

PENENTUAN KUALITAS/MUTU MUTIARA ALAMI DAN BUATAN

Amati agar Anda mengenal betul dan bisa membedakan yang mana kualitas mutiara lombok murah dan yang mana kualitas mutiara lombok yang mahal:

WARNA
Ketika awam warna suatu mutiara juga yaitu warna badan mutiara sehingga warna mutiara betul-betul ditentukan oleh macam kerangnya. Warna tiap-tiap mutiara betul-betul khas seperti putih, krem, kuning, mcrah muda, perak atau hitam. Sedangkan demikian, suatu mutiara juga memiliki warna sekunder atau overtone, yang menonjol sebagai pantulan warna lain yang menonjol dari mulai yang sedang, betul-betul tipis atau betul-betul kuat pada permukaan mutiara. Sebagai contoh, suatu mutiara yang memiliki warna khas putih, pada dikala diuji warna secara lebih rinci, terdapat warna tambahan metah muda yang cukup nyata.

Mutiara budidaya laut umumnya tampil dengan susunan warna yang lebih menarik, yaitu keseluruhan spektrum dari putih ke hitam dengan pantulan warna-warna lain diantaranya.

PERMUKAAN
Situasi permukaan mutiara yaitu unsur kedua dalam mengukur kualitas suatu mutiara. Dalam penyusunan mutiara, lapisan nacre yang diciptakan oleh kekerangan tak senantiasa menempel dengan lembut. Kadang-kadang dalam pengerjaannya muncul noda dan gelembung yang menonjol pada permukaan mutiara. Situasi permukaan mutiara ini umumnya dievaluasi dalam tahapan bersih mulus hingga cacat. Kian mulus keadaan permukaan mutiara, karenanya kian tinggi kualitasnya.

Mutiara yang bersih berarti tak ada noda, tonjolan, lubang, retakan, bulatan atau kerutan di permukaannya dan sebaliknya. Cacat pada permukaan mutiara terbagi atas damaging (cacat yang bersifat merusak dan cenderung meluas seperti retak dan sumbing) dan non-damaging (cacat yang tak merusak, seperti noda, tonjolan, lubang, bulatan dan kerutan).

UKURAN
Ukuran mutiara yaitu diameter besarnya mutiara, yang dievaluasi dalam satuan milimeter. Kisaran ukuran mutiara yaitu dari 1 mm hingga lebih dari 20 mm. Besaran ukuran ini betul-betul tergantung pada macam mutiaranya. Ukuran yang paling awam diperdagangkan yaitu 7 – 7.5 mm. Sedangkan ukuran bukan yaitu indikator kualitas, tapi ukuran menjadi salah satu unsur penentu harga. Kian besar diameter mutiara, karenanya kian tinggi kualitas dan harganya. Kalau suatu mutiara memiliki kualitas untuk ke-4 unsur lainnya yaitu berimbang, karenanya mutiara dengan ukuran yang lebih besar akan memiliki harga yang lebih mahal.

KILAUAN

Mutiara dengan kilauan yang tinggi akan menghasilkan kilauan yang terang dan memiliki pancaran sinar yang kuat sehingga bisa memantulkan objek didekatnya dengan terang. Biasanya mutiara dengan derajat kilauan yang tinggi memiliki lapisan nacre yang tebal, tapi bukan berarti bahwa nacre tebal pasti memiliki kilauan yang terang. Kian ini terjadi akibat ketidaksempurnaan genetis pada sebagian oyster yang tak memungkinkan bisa membentuk nacre yang sempurna. Sementara untuk mutiara dengan kualitas kilauan yang rendah, umumnya menonjol terlalu pucat atau terlalu kelam atau terlalu berkapur, dan umumnya hanya memiliki nacre yang cenderung tipis.

Kilauan yaitu unsur khususnya dalam penentuan kualitas suatu mutiara. Kilauan yaitu kecakapan mutiara untuk memantulkan kembali sinar yang mengenai permukaan mutiara. Kilauan muncul sebagai perpaduan dari 2 hal yaitu brilliance/kejernihan (metode permukaan memantulkan sinar) dan inner glow (pantulan sinar dari dalam). Derajat kilauan suatu mutiara ini terkait dengan eksistensi lapisan nacre, yang yaitu kandungan alamiah yang dikeluarkan kerang mutiara di dalam melindungi inti. Kian tebal nacre yang diciptakan, karenanya mutiara yang diciptakan akan lebih berkilau. Berdasarkan dalam pengevaluasian kilauan mutiara yaitu : tinggi, sedang, dan rendah.

BENTUK
Namun formatnya, mutiara digolongankan menjadi 8 golongan yaitu: round (bulat), drop (tetesan), button (kancing), oval, semi-round (semi bulat), circle/ring (lingkaran), baroque (tak beraturan) dan semi-baroque. Ketika awam, kian bulat wujud suatu mutiara, karenanya kian tinggi nilainya. Pusat mutiara berbentuk bulat sempurna betul-betul jarang dijumpai. Dengan keunikannya, kadangkala mutiara berbentuk baroque juga bisa senilai dan setingkat dengan mutiara bulat.

MUTIARA DI INDONESIA

Kecuali ini, Indonesia khususnya menghasilkan South Sea Pearl dari kerang Pinctada maxima baik dari hasil alam maupun budidaya. Agar pengembangan budidaya Pinctada maxima tersebar di sebagian tempat seperti : Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

South Sea Pearl Indonesia betul-betul digemari di pasar dunia, dan umumnya dijual dalam wujud loose dan jewelry (perhiasan). Pemasaran untuk mutiara loose umumnya dilakukan via lelang (auction) baik di dalam maupun di luar negeri.

Kecuali kerang macam Pinctada maxima, kerang mutiara lainnya yang bisa dibudidayakan di Indonesia yaitu Pinctada margaritifera, Pinctada fucata, Pinctada lentiginosa dan Pteria penguin. Budidaya mutiara bisa terselenggara hanya pada lingkungan perairan yang bersih dan hening. Jadi budidaya mutiara, kecuali hasil yang didapat cukup tinggi karenanya secara otomatis akan menjaga kualitas perairan laut.

South Sea Pearl diproduksi oleh sebagian negara. Oleh karenanya untuk memberikan skor tambah diperlukan promosi khusus keunikan mutiara Indonesia disertai dukungan Letter of Authencity yang terakreditasi. Agar perhiasan mutiara anda betul betul asli dan berkualitas tinggi, karenanya hubungi toko emas dan perhiasan mutiara Miss Joaquim Pearls di nomor dibawah ini: