Posted on

Gelang

Gelang bisa berfungsi sebagai perhiasan atau sebagai penanda status orang yang mengenakannya. Gelang sudah diterapkan sepanjang sejarah oleh laki-laki dan perempuan. Dipakai bagus sebagai perhiasan atau untuk menandai beragam perbedaan di banyak kebudayaan. Pada sebagian kebudayaan, gelang bisa membuktikan status dan kelas sosial penggunanya. Kaum ningrat, keluarga raja, atau orang kaya lazimnya mengaplikasikan gelang mewah dari logam mulia seperti emas dan perak dan berias permata. Dalam kebudayaan Timur Tengah kuno dan Romawi Kuno, gelang atau kalung pengikat leher khusus dikenakan oleh kaum budak untuk menandai status mereka.

Sekarang pada zaman modern gelang bisa juga dicantumkan label, tag, atau lembar yang tertulis identitas orang yang mengenakannya. Pengaplikasian seperti ini contohnya gelang pasien rumah sakit, atau gelang tag pada penonton konser atau tetamu klub. Pengaplikasian kontemporer lainnya contohnya gelang pertemanan, gelang yang sama yang dikenakan sepasang atau sekelompok teman, atau gelang karet warna-warni yang menampilkan tema solidaritas tertentu, seperti solidaritas HIV-AIDS, nasionalisme, atau tema solidaritas lainnya.

Gelang yakni sebuah perhiasan melingkar yang diselipkan atau dihubungkan pada pergelangan tangan seseorang. Gelang yang melingkar pada pergelangan kaki disebut gelang kaki.

Kini tradisional, lazimnya sebuah gelang dijadikan dari logam mulia; seperti emas, perak, platina atau logam berharga lainnya, serta rangkaian untaian mutiara atau manik-manik. Gelang kadang bertatahkan batu mulia seperti intan dan permata. Ada pula gelang yang diukirkan dari batuan utuh seperti batu giok. Kecuali terbuat dari logam atau mineral bebatuan, ada pula gelang yang terbuat dari serat tumbuhan, seperti dari kayu atau akar (contohnya gelang akar bahar), atau serat tumbuhan yang dianyam dan dijalin. Dikala ini bahan yang diterapkan untuk pembuatan kalung cukup bermacam-macam contohnya; besi, baja, perunggu, tembaga, keramik, kaca, biji buah saga, kain, batu, rotan, kayu, bambu, tanduk, kulit, tulang, kerang, karet, plastik, dan masih banyak lagi. Gelang lazimnya berbentuk rantai dan kadang-kadang ditambahkan liontin, pendan atau bandul sebagai pemanis.

Jual gelang mutiara, contact WA +6287888894689
Gelang telah ada setua peradaban manusia. Perhiasan zaman prasejarah berupa manik-manik batu kemungkinan besar dijalin sebagai gelang atau kalung. Gelang emas berukir kumbang scarab telah ada semenjak tahun 5000 SM di Mesir Kuno. Gelang-gelang meas juga ditemukan pada peradaban lain seperti peradaban Babilonia, Persia, Yunani Kuno, Romawi Kuno, India dan China Kuno.

Di Indonesia suku bangsa Nusantara seperti Batak, Nias, Dayak, suku di Sumbawa dan lain sebagainya sudah mengetahui perhiasan seperti gelang, kalung, dan mahkota sebagai format aksesoris penanda status, terutamanya bagi raja atau kepala suku. Pada kebudayaan klasik jangka waktu Hindu-Buddha Indonesia di pulau Jawa dan Bali, gelang juga ialah salah satu perhiasan atribut penanda status orang yang mengenakannya. Kaum ningrat, keluarga raja, dan orang kaya mengenakan gelang emas sebagai perhiasan dan penanda status sosial.

Cincin

Cincin Mutiara dengan Batu Perhiasan Berharga
Cincin yakni perhiasan yang melingkar di jari. Cincin digunakan bagus oleh perempuan atupun laki-laki. Kini tradisional cincin lazimnya dijadikan dari logam mulia; seperti emas, perak, dan platina. Logam lainnya seperti baja antikarat, krom, besi, perunggu, kuningan, dan tembaga juga biasa diterapkan. Cincin bisa berbentuk polos, berukir, atau bertatahkan intan, permata, atau batu akik. Sekarang cincin terbuat dari banyak bahan, seperti plastik, kayu, tulang, giok, kaca, karet dan bahan lainnya.

Kecuali berfungsi sebagai perhiasan, secara tradisional, cincin lazimnya ialah komponen dari upacara pernikahan. Budaya ketika acara pernikahan, pertunangan, atau sebagai hadiah yang dikasih sebagai ungkapan komitmen loyal dan pedoman beri sayang.

Istiadat memberi dan mendapatkan cincin diawali semenjak lebih dari 4.800 tahun yang lalu. Cincin pernikahan lazimnya dipasang di jari manis. Istiadat ini berakar dari kepercayaan wangsa Tudor abad ke-16 bahwa jari manis tangan kiri terkait dengan pembuluh darah yang terkait segera dengan jantung, karenanya dari itu, menerapkannya di jari hal yang demikian menampilkan bahwa sang pemakai sedang berada dalam sebuah relasi.

Yuk lihat gelang dan cincin mutiara lombok di miss joaquim pearls.