Posted on

Ciri – Ciri Mutiara Palsu dengan Mutiara yang Asli

harga perhiasan mutiara lombok

Ciri – Ciri Mutiara Palsu dengan Mutiara yang Asli
alamat-miss-joaquim-pearls
Dengan semakin berkembangan teknologi pada sekitar abad ke-19 ilmu pengetahuan dapat menemukan cara untuk memproduksi mutiara, yaitu dengan cara metode sintetis yang disebut juga mutiara berkultur atau yang biasa dikenal dengan sebutan budidaya mutiara.

Proses Pembentukan Mutiara & kaitannya dengan harga mutiara asliKebanyakan mutiara pada saat sekarang ini dapat dibuat dengan cara seperti itu karena dinilai lebih mudah dan lebih cepat apabila dibandingkan dengan yang dihasilkan secara alami. Mutiara yang terdiri dari bahan kalsium karbonat yang telah disimpan dalam lapisan-lapisan konsentris telah menjadi salah satu batu permata yang dijadikan perhiasan termahal dan langka.Bahkan hingga sampai saat ini mutiara masih memiliki nilai jual yang begitu tinggi sebagai peengkap perhiasan murni dari alam yang sangat sulit didapatkan dan sangat berharga untuk dijadikan sebagai perhiasan.

Proses Pembentukan Mutiara & kaitannya dengan harga mutiara asli
Proses Pembentukan Mutiara & kaitannya dengan harga mutiara asli

Dengan harga mutiara yang relatif tinggi inilah yang menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan hingga saat ini bermunculan jenis – jenis mutiara palsu. Mutiara jenis ini sama seperti perhiasan lainnya yang juga banyak palsunya.Oleh karena itu konsumen disarankan harus benar-benar berhati-hati dan memperhatikan kualitas dari mutiara yang akan dibeli serta kemampuan dalam menilai sebuah perhiasan yang terbuat dari mutiara itu sendiri.
Hal-hal yang sangat perlu diperhatikan ketika memilih mutiara misalnya dengan melihat cahaya kilaunya.

Cara memilih perhiasan mutiara Tentu mutiara asli memiliki sinar dari dalam dan permukaannya yang alami yang membuat mutiara itu terlihat bening, sedangkan apabila dibandingkan dengan mutiara palsu yang memiliki permukaan yang merata dan pada permukaannya terlihat seperti semprotan pewarna. Hal penting yang juga harus diperhatikan adalah jika mutiara asli tidak mudah tergores karena terbuat dari kalsium, sedangkan yang palsu sangat mudah sekali untuk tergores. Jika masih sulit untuk mendeteksinya secara kasat mata, bisa dengan cara menggesek mutiara pada gigi untuk mengetahui tekstur permukaan. Jika konsumen merasakan permukaannya agak berpasir dan tidak rata maka itu merupakan mutiara asli, namun jika terasa licin dan mulus pada permukaannya maka mutiara tersebut adalah mutiara palsu.

Cara memilih perhiasan mutiara
Selain itu, perhatikan pula dari segi bentuknya. Bila benda yang dianggap mutiara tersebut terlihat teralu sangat sempurna bentuknya, maka ada kemungkinan bahwa itu adalah mutiara palsu dan bukan mutiara yang asli. Bisa juga dengan menguji melalui kaca pembesar yang permukaannya di bawah 64 daya pembesaran sehingga akan terlihat jelas apakah mutiara tersebut terlihat halus, bersisik dan seperti labirin. Jika iya, maka itu asli. Sedangkan mutiara palsu terlihat kasar atau berbintik-bintik. Cara lain adalah dengan menggunakan Aseton atau pembersih kuku yang diteteskan ke permukaan mutiara. Apabila setelah diteteskan mutiara tersebut semakin bersih maka bisa dipastikan bahwa itu adalah mutiara asli dan sebaliknya jika setelah diteteskan menjadi buram atau bahkan luntur maka itu bukanlah mutiara.

Cara memilih perhiasan mutiara
Keaslian mutiara juga bisa dilihat dari harga dan beratnya. Ini bukan tes ilmiah, dan tidak mudah untuk mengukur berat mutiara. Mengukur berat mutiara hanya dengan cara memegang dapat membantu untuk mengkonfirmasi kecurigaan setelah melakukan tes lain. Mutiara palsu biasanya terasa ringan dibandingkan dengan mutiara asli. Mutiara palsu ini sudah beredar di Indonesia, misalnya di kota Mataram yang menjual kalung dengan harga hanya Rp. 100.000,-. Padahal mutiara asli juga memiliki harga standart selayaknya emas yang juga ada harga rujukan.
Selain itu, cara lain untuk membuktikan keasliannya juga bisa dengan cara menggosokkan mutiara pada kaca, dan biasanya cara tersebut juga digunakan oleh penjual dan pembeli karena bisa terbilang mudah dan praktis untuk membuktikannya. Jika mutiara menimbulkan bekas di kaca berarti mutiara itu asli, namun ketika mutira digosokkan tidak berbekas maka mutiara tersebut bukan mutiara asli.