Posted on

Lombok Golf Kosaido Country Club

Lombok Golf Kosaido Country Club

Kosaido Golf

Lombok is a beautiful island surrounded by a number of smaller islands called Gili, in West Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat or NTB) province, with Mataram as the provincial capital and largest city on the island. Lombok is similar in size and density with its neighbor, Bali and shares some cultural heritage. The natural landscape and its traditional way of life remain unchanged for hundreds of years, making the island more special in the eye of those seeking pleasure and adventure.

Singgasana Hotels & Resorts proudly present the only international 18 hole, Par 72, 6245m championship course in the beautiful Lombok Island that was masterfully designed by Peter Thompson, Michael Wolveridge and Perret. Nestled between the shores of Sire Bay and the slopes of Mount Rinjani, Lombok Golf Kosaido Country Club rests on the northwest region of Lombok Island, offering a unique, challenging and world-class experience to all golfers from around the world. Lombok Golf Kosaido Country Club was architecturally designed with a deep philosophy to respect the nature by maintaining the natural contours of the land.

Drive conveniently from Lombok International Airport about 40 minutes or 45 minutes from the Senggigi Resort area and enjoy the breathtaking coastal view along the way to our country house. Guests may choose to enjoy the hole number 1 – 9 that facing to the sea, hole number 4 that is adjacent to the white sandy beach, hole number 10 – 18 with the captivating mountain views, or the famous hole number 12 people often talk about, with 540 m, Par 5, Handicap one. After Golf, you can shopping luxury pearl jewelry in mataram as a collection or as a lombok gift.

Kosaido Golf

Lombok Golf Kosaido Country Club
Jl. Raya Tanjung, Sire Lombok Utara
Phone: (62-370) 6144143 & 6140137
Mobiles: (62) 81907387000 & 81339788558
Fax: (62-370) 6140135
Email: info.lombokgolf@yahoo.co.id

Contact Persons:

Supriadi Mawardi
General Manager
Mobiles: (62) 818205555 & 81332075555
Email: supriadi_mawardi@yahoo.com

Posted on

Jumlah Rumah Tangga dan Rata-rata Anggota Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTB Tahun 2008

Jumlah Rumah Tangga dan Rata-rata Anggota Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTB Tahun 2008

Kabupaten/Kota Rumahtangga Rata-rata Anggota
(1) (2) (3)
1. Lombok Barat 227.290 3,59
2. Lombok Tengah 243.639 3,46
3. Lombok Timur 305.161 3,50
4. S u m b a w a 108.589 3,81
5. D o m p u 51.786 4,12
6. B i m a 102.782 4,05
7. Sumbawa Barat 26.448 3,75
8. Kota Mataram 90.748 3,99
9. Kota Bima 32.576 3,99
Jumlah 1.189.019 3,67

Sumber: BPS – Survei Sosial Ekonomi Nasional

Pemutakhiran Terakhir (Jumat, 11 Desember 2009 15:46)

Posted on

National power supply in dire straits : PLN

National power supply in dire straits: PLN

The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 07/27/2010 10:35 PM

The supply of electricity in Indonesia was very limited, state-run power company PLN president director Dahlan Iskan says. There was enough power to meet Indonesia’s short-term needs, he said Tuesday.

Dahlan said PLN has encountered power shortages in 250 regions, including 243 locations in eastern Indonesia.

Lombok had suffered a 40-megawatt power crisis because of damaged generators, he said.

However, PLN had managed to address the crisis and minimize scheduled blackouts.

“Fortunately, our experts were able to repair the generators, ending the crisis by June 30,” Dahlan said in Mataram as quoted by kompas.com.

Posted on

“PILGUB NTB 2013: TGB-AMIN Menang Versi Quick Count”

QUICK COUNT: TGB-AMIN MENANG PILKADA NTB SATU PUTARAN

Senin, 13 Mei 2013 17:20 WIB

Mataram, 13/5 (Antara) -Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan calon TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin (TGB-Amin) menang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami ucapkan selamat kepada pasangan TGB-Amin yang memenangkan Pilkada NTB hanya satu putaran, versi ‘quick count’ JSI,” kata Direktur Riset JSI Eka Kusmayadi, kepada wartawan di Mataram, Senin petang.

JSI merupakan salah satu lembaga survei politik di Indonesia yang telah mengantongi sertifikat lembaga Quick Count (QC) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Eka mengatakan, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018 yang tahapan pemungutan suaranya dilaksanakan, Senin (13/5) itu baru akan diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB beberapa pekan mendatang.

Namun, publik ingin mengetahui hasil pilkada itu secepatnya sehingga JSI melakukan penghitungan cepat.

JSI menggunakan teknik sampling “multistage random sampling” dengan tingkat kesalahan kurang lebih satu persen, yakni sebanyak 300 sampel TPS (Tempat Pemungutan Suara) dari total 8.922 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 3.478.892 jiwa.

Hasilnya, pasangan TGB-Amin meraih suara terbanyak yakni 44,63 persen dari total 78.316 suara yang diperoleh dari 296 unit TPS dari 300 TPS sampel, atau sebanyak 98,67 persen suara.

“Masih ada 1,33 persen suara yang belum dihimpun, namun itu tidak akan mempengaruhi hasil penghitungan cepat, dan dimenangkan oleh pasangan TGB-Amin,” ujar Eka.

Pasangan calon yang menempati urutan dua dalam perolehan suara terbanyak yakni DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan) sebanyak 25,81 persen, disusul pasangan Harun Al Rasyid dan Muhyi Abidin (Harum) dengan 22,08 persen, dan pasangan H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan (SJP-Johan) 7,48 persen.

JSI menyimpulkan bahwa kemenangan pasangan TGB-Amin karena tiga hal utama yakni ketokohan TGB (sapaan akrab TGH M Zainul Majdi) yang sangat populer yakni berasal dari kalangan ulama, dan tokoh agama yang telah mengakar di kalangan pemilih, serta figur yang mumpuni.

Pasangan TGB-Amin menang hampir di semua kabupaten/kota di wilayah NTB, kecuali di Kabupaten Bima dan Dompu yang dimenangkan oleh pasangan Harum yang meraih suara 50,73 persen, disusul pasangan Zul-Ichsan dengan 22,79 persen, lalu TGB-Amin 18,64 persen dan SJP-Johan 7,84 persen.

TGB-Amin juga kalah di wilayah Sumbawa (Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat) yang hanya meraih 30,62 persen suara, diungguli oleh pasangan Zul-Ichsan yang meraih 55,05 persen. Pasangan Harum meraih 8,63 persen, dan pasangan SJP-Johan meraih 5,70 persen.

Keempat pasangan calon itu diusung gabungan parpol, yakni TGB-Amin yang diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

Paket “Suryadi-Johan” diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB.

Paket “Harum” diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

“Quick count” lain.

Konsultan Citra Indonesia (KCI) juga melakukan penghitungan cepat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya itu.

Hasilnya, sebagaimana disampaikan Direktur KCI Barkah Pattimahu, pasangan TGB-Amin meraih 43,08 persen suara, sehingga dinyatakan menang satu putaran.

“Selamat untuk pasangan TGB-Amin beserta para pendukungnya, karena dari hasil ‘quick count’ telah memenangkan Pilkada NTB hanya satu putaran,” ujarnya.

Pasangan yang menempati urutan kedua perolehan suara yakni Zul-Ichsan yang meraih 26,33 persen suara, disusul pasangan Harum dengan 22,69 persen suara, dan pasangan SJP-Johan yang hanya meraih 7,8 persen suara. (*)

Editor: Anwar Maga – COPYRIGHT © ANTARA 2013

Posted on

New airport to ‘support’ tourism beyond Bali

The planned July opening of Lombok International Airport on Lombok Island, West Nusa Tenggara, will have a positive impact on the Culture and Tourism Ministry’s Bali and Beyond program, which aims at promoting tourist destinations other than Bali.

The Bali and Beyond program is geared to luring visitors not only to Bali but also to Lombok and other places in eastern Indonesia including East Nusa Tenggara, Papua, Maluku and Sulawesi.

The development of Lombok International Airport in Tanak Awu village in Central Lombok, which cost Rp 625 billion (US$73.1 million) excluding the cost of land, will replace the current Selaparang Airport in downtown Mataram, the provincial capital of West Nusa Tenggara.

The new airport is being built on a 550-hectare plot of land after 12 years of land disputes with locals.

The airport will have a 2,750-meter runway that will be 45 meters wide, suitable for large aircraft including the new Airbus 310 and Boeing 747.

Bagus Sudibya, chair of the Association of Travel Agencies covering Bali and West and East Nusa Tenggara, expressed optimism about the opening of the airport in Lombok, saying it could open doors to the eastern parts of Indonesia.

“Lombok International Airport will become the second gate to eastern Indonesia. Lombok and Ngurah Rai International Airport in Tuban can complement each other to bring in international visitors to the two islands as well as neighboring islands in East Nusa Tenggara and other eastern regions,�? Sudibya said.

Ngurah Rai is currently the second most crowded airport in the country after Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta.

Bali welcomed 2.4 million foreign visitors and 4 million domestic visitors in 2010. Bali will also develop a new international airport in Buleleng regency in the north.

Sudibya said the operation of the Lombok airport would also curb the flock of workers from Lombok to Bali.

“This will be good for boosting Lombok’s economic condition, which will certainly flourish when the airport opens. It will absorb local workers thus improving the living conditions of people in Lombok.�?

Sudibya said Lombok can attract visitors from new emerging markets including Malaysia, Brunei and Middle Eastern countries.

“Lombok and Bali also have similar cultures but Lombok is rich in Islamic tradition that can become new tourist potential,�? he said.

Currently, tourists from countries in the Middle East flood Malaysia and Singapore during the peak summer holidays in June and July.

“Many tourists from Europe and America spend two weeks with Bali and Beyond holiday packages with daily spending of at least $150 per person starting from Easter in April through October every year, Sudibya said.

IB Ngurah Wijaya, chair of the Bali Tourism Board, shared a similar opinion.

Source : Wasti Atmodjo, The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 05/06/2011 9:56 AM | Bali